TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 606 kali.
DPRD SAMARINDA

Komisi III Dorong Pemkot Samarinda Siap Siaga Atasi Dampak Kemarau

Jasno

Samarinda, Tebarberita.id – Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengambil langkah strategis dalam mengantisipasi dampak musim kemarau. Upaya mitigasi dini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketersediaan air bersih dan keselamatan lingkungan, tetap terjaga.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menegaskan bahwa kondisi kemarau saat ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Salah satu potensi yang diwaspadai adalah intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam.

Menurutnya, intrusi tersebut dapat mengganggu proses pengolahan air minum di Perumdam Tirta Kencana. Pasalnya, sebagian besar pasokan air baku masyarakat Samarinda masih bergantung pada Sungai Mahakam. Jika kualitas air terganggu, distribusi air bersih ke rumah warga pun berpotensi ikut terdampak.
“Kondisi kemarau ini harus diantisipasi sejak awal. Jika terjadi intrusi air laut di Mahakam, instalasi pengolahan air bersih pasti terdampak. Pemkot perlu segera menyiapkan langkah mitigasi,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Selain itu, Jasno juga mendorong Pemkot untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai imbauan terkait penghematan dan penampungan air secara mandiri penting dilakukan sebagai langkah antisipasi.
“Minimal ada peringatan dini agar masyarakat bisa bersiap, termasuk menampung air bersih jika sewaktu-waktu distribusi terganggu,” tambahnya.

Di sisi lain, Komisi III juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Beberapa wilayah rawan seperti Kecamatan Palaran dan Sambutan perlu mendapat pengawasan lebih intensif.

Penyiagaan armada serta personel pemadam kebakaran di titik-titik rawan dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas. Selain menjaga lingkungan, langkah ini juga penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kesehatan warga. Risiko gangguan pernapasan akibat asap harus diantisipasi sejak dini,” jelasnya mengakhiri. (adv/mic)

Related posts

Jasno Sarankan Pemkot Normalisasi Sungai Alam untuk Tekan Banjir di Palaran

admin

DPRD Desak BUMD Harus Mandiri, Iswandi: Kalau Merugi, Mending Modalnya Didepositokan

admin

Masa Kerja Pansus Penanggulangan Bencana Diperpanjang

admin