TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 638 kali.
EKONOMI

Harga BBM Nonsubsidi Diproyeksi Naik hingga Rp800 per Liter pada September

Jakarta, Tebarberita.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diproyeksikan mengalami kenaikan pada September 2026 seiring meningkatnya harga produk olahan minyak di pasar Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS).

Analis komoditas sekaligus pendiri Traderindo Wahyu Laksono memperkirakan harga Pertamax (RON 92) berpotensi naik sekitar Rp300-Rp550 per liter. Sementara itu, kenaikan pada BBM dengan kadar oktan lebih tinggi diperkirakan mencapai Rp450-Rp750 per liter.

“Kategori gasoline seperti Pertamax berpotensi mengalami penyesuaian naik sekitar Rp300 hingga Rp550 per liter,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (31/8/2026).

Wahyu mengatakan produk dengan RON 95 dan RON 98 berpotensi mengalami penyesuaian lebih besar.

“Untuk varian dengan oktan lebih tinggi [RON 95 dan RON 98], potensi kenaikannya berada di kisaran Rp450 hingga Rp750 per liter,” tambahnya.

Kenaikan juga diperkirakan terjadi pada BBM diesel nonsubsidi. Produk seperti Dexlite dan Pertamina Dex diproyeksikan naik sekitar Rp400-Rp800 per liter.

Harga MOPS Jadi Faktor Utama

Menurut Wahyu, proyeksi tersebut dihitung berdasarkan perkembangan harga rata-rata produk minyak olahan di pasar Singapura selama periode acuan 25 Juli-24 Agustus 2026.

Harga rata-rata MOPS untuk bensin diperkirakan berada di rentang US$92-US$98,50 per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kisaran US$86-US$90 per barel pada periode sebelumnya.

Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pengetatan pasokan dari kilang-kilang di kawasan Asia.

Untuk produk solar, rata-rata MOPS diperkirakan lebih tinggi, yakni US$96-US$102,50 per barel. Kondisi itu didorong meningkatnya permintaan musiman dari sektor industri serta melebar­nya selisih harga minyak mentah dan produk olahan atau crack spread.

“Kalau dilihat MOPS memang mencatatkan kenaikan rata-rata sekitar 4% hingga 7%. Namun, dampak berhasil diredam oleh penguatan nilai tukar rupiah sebesar 1,8% hingga 2,2% pada periode perhitungan yang sama,” katanya.

Pergerakan harga MOPS dan nilai tukar rupiah tersebut menghasilkan estimasi kenaikan ideal sebesar 2%-4% untuk Pertamax Series. Sementara itu, Dex Series diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 2,5%-4,5% karena kenaikan MOPS untuk diesel lebih tinggi dibandingkan produk bensin.

Pertamina Diperkirakan Lebih Terukur

Wahyu memperkirakan Pertamina Patra Niaga bersama badan usaha penyedia BBM swasta, seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo, akan melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai 1 September 2026.

Menurut dia, perusahaan swasta kemungkinan merespons perubahan MOPS dan nilai tukar lebih cepat untuk menjaga margin distribusi.

“Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga diperkirakan tetap menaikkan harga dengan besaran yang lebih terukur atau menahan sebagian margin [smoothing] demi menjaga daya beli masyarakat serta daya saing di pasar ritel domestik,” ujarnya.

Pada Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi. Harga Pertamax saat itu turun menjadi Rp15.950 per liter dari Rp16.250 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perubahan harga dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah, sekaligus mempertimbangkan daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan nasional.

“Mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty dalam siaran pers, Sabtu (1/8/2026).

Formula penetapan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan sejumlah komponen, antara lain rata-rata harga produk BBM di pasar Singapura (MOPS), rata-rata nilai tukar rupiah selama periode evaluasi, biaya penyimpanan dan distribusi, margin badan usaha, serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Harga BBM pada Agustus

Dengan penyesuaian pada Agustus, harga Pertamax turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter dari Rp16.250 per liter yang berlaku sejak 10 Juni.

Pertamax Turbo atau RON 98 juga mengalami penurunan Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter dari Rp17.000 per liter pada bulan sebelumnya.

Berbeda dengan kelompok bensin, harga BBM diesel nonsubsidi Pertamina tidak berubah. Pertamina Dex tetap dijual Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite berada pada harga Rp19.700 per liter. (*)

Related posts

Tambah Produksi 600 Barel per Hari, Pertamina Hulu Mulai Pengeboran 2 Sumur Migas Baru di PPU

admin

Sobirin Bagus Berharap Pelabuhan Kenyamukan Segera Beroperasi

admin

Harga Bensin di AS Turun Drastis

admin