tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 602 kali.
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Suparno Minta Kedepankan Dialog dengan Warga Selili untuk Pelebaran Drainase

Pelebaran Drainase sedang masif dikerjakan Pemkot Samarinda. Namun untuk di Kelurahan Selili, Anggota DPRD Samarinda, Suparno minta agar kedepankan dialog dengan warga terlebih dahulu.

Samarinda, Tebarberita.id – Pelebaran drainase menjadi salah satu opsi yang didorong untuk mengantisipasi genangan di Kelurahan Selili, Samarinda, saat hujan deras. Namun, rencana tersebut tak bisa begitu saja langsung direalisasikan. Anggota DPRD Samarinda, Suparno, meminta untuk memastikan terlebih dahulu kesediaan warga, terutama jika pelebaran saluran itu berdampak pada sebagian area rumah mereka.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, penanganan genangan tak cukup hanya dengan membersihkan saluran air. Kapasitas drainase juga perlu dievaluasi, khususnya di kawasan permukiman yang kerap terdampak ketika curah hujan meningkat.

Karena itu, Suparno berencana membangun komunikasi dengan warga di sejumlah RT di Kelurahan Selili untuk membahas kemungkinan pelebaran drainase. Menurutnya, dialog menjadi langkah awal agar masyarakat memahami tujuan penanganan sekaligus menyampaikan persetujuan atau keberatan sebelum rencana tersebut dibawa ke tahap berikutnya.

“Yang saya takutkan pada saat nanti curah hujan tiba-tiba tinggi, apakah mereka siap? Saya harap mereka dengan gotong royong membersihkan drainase-drainase,” kata Suparno.

Pelebaran saluran berpotensi mengurangi sebagian area milik warga, seperti halaman atau teras rumah. Kondisi ini membuat rencana penanganan perlu dibicarakan bersama, bukan diputuskan sepihak tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang terdampak.

“Kalau misalkan drainasenya itu dilebarin, kira-kira mau enggak? Kalau misalkan mereka mau, apakah mereka mau juga kemungkinan halamannya diambil sedikit, terasnya diambil sedikit,” ujarnya.

Bagi Suparno, kesediaan warga menjadi pertimbangan penting sebelum rencana tersebut ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kota Samarinda. Komunikasi sejak awal diperlukan agar kebutuhan perbaikan drainase dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar saluran.

Jika warga menyetujui opsi pelebaran, Suparno akan mendorong instansi teknis terkait melakukan kajian untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Kajian tersebut diperlukan agar pelebaran tidak dilakukan sekadar dengan memperbesar dimensi saluran, tetapi berdasarkan kebutuhan dan karakteristik kawasan.

Sejumlah aspek perlu diperhitungkan, mulai dari jalur aliran air dan arah pembuangan hingga elevasi kawasan. Hasil kajian akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Nanti biar teman-teman PU yang mengkaji. Ini jalurnya lewat mana, ini mengarah ke mana, elevasinya bagaimana, itu nanti biar teman-teman dari dinas terkait yang mengkaji,” tegasnya.

Suparno berharap, komunikasi dengan warga dan kajian teknis dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem drainase di Selili. Di samping upaya meningkatkan kapasitas saluran, ia juga mengingatkan pentingnya gotong royong membersihkan drainase agar aliran air tidak terhambat sampah maupun endapan.

Menurutnya, upaya mengantisipasi genangan membutuhkan kerja sama antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah. Dengan perencanaan yang matang serta keterlibatan warga, penanganan drainase diharapkan tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapan kawasan dalam menghadapi hujan berintensitas tinggi.

“Ini upaya kita bersama, untuk mencegah banjir, agar kita lebih siap menghadapinya,” pungkasnya. (adv/mic)

Related posts

Rakor, KPU Kukar Bahas Persiapan Kampanye dan Dana Kampanye Pilkada 2024

admin

DPRD Kaltim Rapat Paripurna ke-23

admin

HUT ke-24 Kutim, 45 Peserta Pamerkan Keragaman di Pawai Kirab Budaya

admin