TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 802 kali.
BERITA UTAMA KUTAI KARTANEGARA PENDIDIKAN

MKKS Kukar Curhat Soal Insentif Kepala Sekolah

Akhmed Reza Fachlevi

Tebarberita.id, Tenggarong – Ketua MKKS SMA Kutai Kartanegara Asran mengaku, persoalan yang harus segera dicarikan solusi di antaranya adalah kesejahteraan kepala sekolah. Saat ini menurut Asran, tanggung jawab kepala sekolah semakin berat. Namun, tunjangan kesejahteraan belum disesuaikan.

“Masa tunjangan kepala sekolah sama dengan guru. Sementara tanggung jawab kepala sekolah lebih berat. Pekerjaannya berat,” ungkapnya saat bertemu dengan rombongan Komisi IV DPRD Kaltim yang dipimpin Akhmed Reza Fachlevi di SMK 2 Tenggarong, Rabu (13/4/2022).

Ia mencontohkan, kepala sekolah Kecamatan Tabang atau Kembang Janggut, dana operasionalnya sering habis untuk transportasi.

Ia menyampaikan, tunjangan dari Pemprov Kaltim saat ini hanya Rp 700 ribu. Baik kepala sekolah maupun guru. Sementara dahulu ketika SMA masih di bawah kabupaten dan kota insentif yang diterima bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta. Karena itulah, perlu ada penambahan insentif. Ini pun bukan bertambah, tapi minimal sama dengan sebelumnya. Harapan lain yang disuarakan adalah pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.

“Untuk memahami kurikulum itu perlu dianggarkan pelatihan guru,” ujarnya.

Sebab Kaltim sudah sepakat untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar tahun pelajaran 2022 dan 2023. Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi IV Akhmed Reza Fachlevi  menyampaikan akan berupaya mencarikan solusi terkait tunjangan kepala sekolah.

“Inilah pentingnya koordinasi dan sinergi. Semoga pertemuan seperti ini bisa diagendakan rutin sehingga semua persoalan pendidikan bisa dibahas dengan baik,” katanya menegaskan.

Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kutai Kartanegara dengan Cabang Dinas Pendidikan Kukar dan Komisi IV DPRD Kaltim ini dihadiri masing masing MKKS SMA, MKKS SMK dan MKKS SLB.

Akhmed Reza Fachlevi menyampaikan, banyak persoalan yang harus diselesaikan di sektor pendidikan. Karena itulah, Komisi IV DPRD Kaltim sengaja menyerap aspirasi melalui forum pertemuan bersama MKKS di Kutai Kartanegara ini.

“Ada banyak persoalan, dari mulai sarana dan prasarana belajar, masalah guru, termasuk lembaga sertifikasi profesi SMK,” kata Reza, sapaan akrab politisi Partai Gerindra ini.

Dikatakan Reza, ada dua pimpinan DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara. Harapannya, bisa menjadikan wajah pendidikan di Kaltim semakin maju. Senada disampaikan Salehuddin, anggota Komisi IV DPRD Kaltim.

“Kami ingin mendengar persoalan dan keluhan pendidikan. Semua persoalan pendidikan perlu didiskusikan. Terutama segala penunjang proses belajar,” bebernya.

Dikatakan, peningkatan kualitas dan beban menjalankan kurikulum jadi tantangan seluruh kepala sekolah yang perlu didukung. (*)

Related posts

Outlook Pers Kaltim 2022: Media Siber Tumbuh Pesat

admin

Hindari Pungli Saat PPDB, Semua Gratis

admin

Kecamatan Tenggarong Giat Melatih SDM Pelaku UMKM

admin