TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 605 kali.
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Alarm Sosial Samarinda: DPRD Dorong Gotong Royong Kembali Dihidupkan

Sri Puji Astuti

Samarinda, Tebarberita.id –  Rentetan persoalan sosial yang terjadi di Kota Samarinda belakangan ini mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai mulai memudarnya kepedulian sosial di tengah masyarakat perkotaan menjadi salah satu faktor yang memperparah berbagai persoalan tersebut.

Hal ini disampaikannya merespons sejumlah kasus yang sempat mencuat di Kota Tepian. Di antaranya, kasus Mandala Rizky yang meninggal dunia akibat peradangan akut di kaki karena keterbatasan ekonomi keluarga, kisah tiga anak di Jalan Biawan yang harus merawat ibunya yang menderita stroke, hingga munculnya inisiatif “Sekolah Rimba” di kawasan Batu Besaung, Samarinda Utara, sebagai potret keterbatasan akses pendidikan formal.

Menurut Puji, fenomena tersebut menjadi sinyal meningkatnya sikap individualistis di lingkungan perkotaan, sehingga persoalan krusial di sekitar masyarakat kerap luput dari perhatian.
“Persoalan seperti ini jika dibiarkan akan menjadi bom waktu karena berpotensi memicu masalah sosial yang lebih besar di kemudian hari,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Politikus Partai Demokrat itu menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh dari seluruh pemangku kebijakan. Ia mendorong penguatan sinergi antara struktur pemerintahan di tingkat paling bawah, legislatif, hingga eksekutif.

Ia menilai peran rukun tetangga (RT) harus lebih dioptimalkan, terutama dalam melakukan pemetaan serta pemantauan kondisi warga secara rutin. Di sisi lain, anggota DPRD juga dituntut memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat di daerah pemilihannya. Sementara itu, Pemerintah Kota Samarinda harus memastikan program jaminan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan.

“Kita harus memastikan jaminan kesehatan berjalan dengan baik. Apakah program penanganan kemiskinan ekstrem sudah dieksekusi dengan tepat? Karena faktanya, kasus-kasus seperti ini masih terjadi di lapangan,” tegasnya.

Puji juga menyoroti kecenderungan sikap apatis yang mulai muncul di tengah masyarakat perkotaan. Ia mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan sosial tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap nilai gotong royong dan kepedulian sosial dapat kembali dihidupkan, tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

“Nilai kepedulian dan kegotongroyongan ini mulai terkikis, dan itu yang harus kita bangun kembali bersama. Di sisi lain, program pemerintah pusat dan daerah sebenarnya sudah cukup baik dalam menekan kemiskinan ekstrem, tinggal bagaimana memaksimalkannya melalui kepekaan lingkungan,” pungkas Puji. (adv/mic)

Related posts

Suparno Ingatkan Probebaya Harus Tepat Sasaran

admin

Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kini Tersedia Sepanjang Waktu di Kutai Kartanegara

admin

Ekti Imanuel: EBIFF 2025 Momentum Strategis Promosikan Pariwisata Kaltim

admin