Samarinda,Tebarberita.id – Pelajar asal Samarinda, Daevin Halbert Lius, akan mewakili Asia Tenggara pada babak final Hippo English Language Olympiad 2026 di Italia setelah meraih gelar juara pada tingkat regional Asia Tenggara. Prestasi tersebut menjadikannya satu-satunya peserta dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil melaju ke putaran final dunia.
Remaja kelahiran Samarinda, 11 September 2013, itu mengamankan tiket ke Italia usai menjadi juara pertama dalam Hippo English Contest yang berlangsung di Phuket, Thailand. Sesuai aturan kompetisi, hanya peserta peringkat pertama yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat global.
Keberhasilan tersebut menambah daftar prestasi Daevin yang telah mengoleksi hampir 100 penghargaan dari berbagai ajang nasional maupun internasional. Penghargaan itu diraih di beragam bidang, mulai dari matematika, bahasa Inggris, sains, jurnalistik, bahasa Mandarin, piano, hingga debat bahasa Inggris.
Saat ditemui di kawasan Jalan Pelita, Samarinda, Rabu (8/7/2026), Daevin mengaku tidak pernah membayangkan kegemarannya mengikuti berbagai kompetisi akan membawanya hingga ke panggung dunia.
“Lomba sudah menjadi hobi saya. Sekarang saya sendiri yang minta didaftarkan kalau ada lomba,” ujar siswa SMP Cita Hati Christian School Samarinda tersebut.
Perjalanan prestasinya dimulai ketika masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Saat itu, ia mengikuti program matematika internasional yang diselenggarakan secara daring selama pandemi Covid-19.
Memasuki kelas V SD, Daevin mulai aktif mengikuti berbagai perlombaan atas inisiatif sendiri. Minatnya yang semula berfokus pada matematika kemudian berkembang ke bidang lain, terutama bahasa Inggris.
“Dulu saya lebih suka matematika, sekarang lebih suka bahasa Inggris,” katanya.
Selain bersiap mengikuti final Hippo English Language Olympiad di Italia, Daevin juga dijadwalkan memperkuat tim Indonesia dalam kejuaraan debat bahasa Inggris tingkat dunia di Bangkok. Tim nasional tersebut terdiri atas tiga peserta.
Untuk menghadapi dua kompetisi internasional itu, Daevin menjalani persiapan secara intensif melalui bimbingan mentor matematika serta pelatihan bahasa Inggris yang dilakukan secara tatap muka maupun daring.
Sebelum lolos ke final dunia, Daevin telah mengikuti berbagai kompetisi internasional di sejumlah negara. Di antaranya meraih Diamond Award di Singapura sebagai salah satu peserta terbaik Asia Tenggara, tampil pada kompetisi matematika internasional di Shenzhen, Tiongkok, serta mencatatkan prestasi pada ajang jurnalistik internasional di Bangkok.
Di balik keberhasilannya, kedua orang tua Daevin, Welly Lius dan Melinda Tandrin, berperan besar dalam mendukung setiap langkah putranya. Seluruh proses, mulai dari mencari informasi kompetisi, pendaftaran, penyediaan mentor, hingga pendampingan ke berbagai negara, dilakukan secara mandiri dengan pembiayaan keluarga.
“Kami hanya ingin memberikan kesempatan terbaik agar potensi Daevin terus berkembang. Soal hasil, kami percaya itu akan mengikuti prosesnya,” ujar Melinda.
Menurutnya, keluarga tidak pernah menetapkan target prestasi ataupun cita-cita tertentu kepada Daevin. Fokus utama mereka adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi sang anak untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mengeksplorasi minatnya.
Ke depan, keluarga berharap Daevin dapat melanjutkan pendidikan di luar Kalimantan Timur, bahkan di luar negeri, agar memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas.
Di tengah padatnya aktivitas mengikuti kompetisi internasional, Daevin mengaku tetap menikmati kesehariannya sebagai remaja. Saat memiliki waktu luang, ia memilih berolahraga basket atau bermain gim Minecraft.
Keberhasilan Daevin menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di final Hippo English Language Olympiad 2026 menjadi kebanggaan bagi Samarinda sekaligus menambah daftar prestasi pelajar Indonesia di tingkat internasional. (*)
