TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 624 kali.
NASIONAL

OTT Rektor, KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kursi Fakultas Kedokteran Unsoed

Jakarta, Tebarberita.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan gelar perkara setelah menangkap sejumlah pejabat dan pihak terkait dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dari operasi tersebut, KPK menemukan dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran melalui jalur mandiri.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan praktik tersebut diduga melibatkan pembayaran sejumlah uang agar calon mahasiswa memperoleh tempat di Fakultas Kedokteran Unsoed.

“Ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana [Unsoed]. Dan diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dikutip, Jumat (21/08/2026).

Menurut Budi, sejumlah penyelenggara negara di lingkungan Unsoed diduga menerima aliran dana dari praktik jual beli slot mahasiswa tersebut. Namun, KPK belum mengungkap secara rinci pihak yang diduga meminta maupun menerima uang, termasuk nominal yang dibebankan kepada calon mahasiswa.

Budi mengatakan seluruh dugaan tersebut akan dibahas dalam gelar perkara untuk menentukan konstruksi kasus dan pemenuhan unsur pidananya.

“Dalam gelar perkara tentu akan dipaparkan secara utuh bagaimana dugaan praktik-praktik itu dilakukan, bagaimana kemudian pemenuhan unsur pasalnya, termasuk pihak-pihak yang kemudian punya peran penting dalam konstruksi perkara tersebut,” kata Budi.

Sembilan orang diperiksa

Dalam OTT tersebut, KPK awalnya mengamankan 14 orang, terdiri atas 12 orang di wilayah Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta.

Setelah pemeriksaan awal, tujuh dari 12 orang yang diamankan di Purwokerto dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Dengan tambahan dua orang yang diamankan di Jakarta, total sembilan orang kemudian diperiksa penyidik dalam perkara tersebut.

Salah satu pejabat yang ditangkap adalah Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan lembaganya juga mengamankan delapan orang lainnya dalam operasi tersebut.

“Ya benar [sembilan orang]. Sedang didalami dugaan perkaranya,” ujar Setyo, Jumat (21/08/2026).

Selain Akhmad Sodiq, pihak yang turut diamankan antara lain Wakil Rektor II Unsoed Kuat Puji Prayitno, Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayogo, serta stafnya yang disebut bernama Katim.

KPK juga mengamankan dua pihak swasta, yakni Adhi Wiharto dan Mulyono alias Nano.

Hingga kini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak serta aliran dana yang diduga berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui jalur mandiri. Hasil gelar perkara akan menentukan konstruksi perkara sekaligus pihak-pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban pidana. (*)

Related posts

MK Tolak Gugatan Terkait Standar Nasional Pendidikan dan Guru

admin

2023 Belanja Pemerintah Diprediksi Capai Rp2.230 Triliun

admin

Kampung Sumber Agung dan Kelurahan Sumber Rejo Wakili Kaltim

admin