Samarinda, Tebarberita.id – Padatnya permukiman di wilayah Selili, Samarinda Ilir membuat warga was-was akan kebakaran. Keberadaan hidran pun dinilai jadi infrastruktur paling utama untuk kesiapsiagaan menghadapi ketika musibah terjadi.
Hal itu jadi usulan warga RT 25 di Selili dalam reses Anggota DPRD Samarinda, Suparno, pada Minggu Malam (24/5/2026).
Menurut Suparno, usulan warga Selili tersebut sangatlah wajar jika menilai kondisi pemukiman yang padat di kawasan berbukit.
“Saya rasa untuk penanganan dini musibah kebakaran ini bisa jadi prioritas. Saya siap mendorong usulan ini untuk bisa jadi prioritas,” ujarnya di hadapan warga.
Dia juga bakal segera berkoordinasi lintas instansi. Dari Perumdam Tirta Kencana, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga juga Dinas PUPR Samarinda, untuk memastikan apakah rencana tersebut memungkinkan untuk direalisasikan atau tidak.
“Hal ini jadi kebutuhan yang tak bisa dipandang remeh. Saya akan coba koordinasikan usulan ini kepada pihak terkait,” imbuhnya.
Sebagai opsi alternatif, Suparno mendorong penyediaan mesin pemadam portabel bagi warga. Pengelolaannya bisa melibatkan Karang Taruna setempat, dengan dukungan pelatihan teknis dari dinas terkait.
“Mungkin dari Dinas Pemadam Kebakaran bisa membantu dari sisi pelatihan penanganan kebakaran dan penggunaan alat pemadam,” tuturnya.
Tak hanya soal kebakaran, reses itu juga membuka ruang bagi keluhan lain. Warga RT 25 dan RT 21 menyoroti minimnya fasilitas di posyandu setempat. Seperti pendingin ruangan atau rak peralatan medis dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Di tengah agenda tersebut, Suparno juga menyerahkan bantuan pengeras suara untuk warga RT 23, yang diharapkan bisa mendukung aktivitas warga sekitar. Sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda, Suparno menegaskan komitmennya.
“Setiap aspirasi tidak boleh berhenti sebagai catatan. Harus bergerak, dikawal, dan sebisa mungkin dituntaskan,” tegasnya. (adv/mic)
