TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 646 kali.
KUTAI TIMUR

Perumdam Kutim Siapkan Mitigasi Krisis Air Bersih, Tujuh Kecamatan Masuk Zona Rawan

Suparjan

Sangatta, Tebarberita.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air bersih selama musim kemarau dan dampak fenomena El Niño. Sedikitnya tujuh kecamatan dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih akibat menurunnya debit air baku.

Direktur Perumdam TTB Kutai Timur, Suparjan, mengatakan penurunan ketersediaan air baku diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumdam telah melakukan pemetaan terhadap seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur guna mengidentifikasi daerah yang paling rentan terdampak.

“Hasil pemetaan menunjukkan ada tujuh kecamatan yang memiliki potensi mengalami krisis air bersih cukup parah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan, tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, Rantau Pulung, Kaliorang, Sandaran, dan Teluk Pandan.

Di antara wilayah tersebut, Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang menjadi daerah yang paling mengkhawatirkan karena penurunan debit air baku telah terjadi secara signifikan.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada pelanggan, Perumdam TTB menjalankan sejumlah langkah teknis, antara lain pengerukan saluran air, pengadaan dan pemasangan pompa, serta optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia.

“Supaya penurunan air baku ini tidak memberi dampak luas terhadap pelayanan kepada masyarakat, kami mengoptimalkan sarana yang ada, melakukan pengerukan di saluran-saluran, serta pengadaan pompa,” kata Suparjan.

Menurutnya, seluruh program mitigasi dampak musim kemarau saat ini dilaksanakan secara simultan agar distribusi air bersih tetap berjalan meski pasokan air baku mengalami penurunan.

“Untuk meminimalkan dampak terhadap pelayanan kepada pelanggan kami mengoptimalkan berbagai sarana yang telah tersedia,” pungkasnya. (*)

Related posts

HUT ke-24 Kutim, Kirab Budaya Diikuti Puluhan Kelompok Adat

admin

Desainer Senior Ida Royani Tertarik Kembangkan dan Promosikan Kain Tenun Rakat Khas Kutim

admin

IPSKA Penting untuk Produktivitas dan Efisiensi Perdagangan Ekspor

admin