TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 646 kali.
NASIONAL

Minyak Mentah Rusia ESPO Terdeteksi Masuk Indonesia Lewat Pelabuhan Lawe-Lawe

Jakarta, Tebarberita.id – Minyak mentah Rusia jenis Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) terdeteksi memasuki Indonesia melalui Pelabuhan Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, setelah diangkut menggunakan kapal tanker Sierra berbendera Kamerun. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu fasilitas penerimaan minyak mentah yang memasok Kilang Balikpapan.

Berdasarkan data pelayaran MarineTraffic, kapal tanker Sierra meninggalkan Pelabuhan Lawe-Lawe pada 30 Juni 2026 dan kini telah kembali berada di area labuh jangkar Pelabuhan Vladivostok, Rusia. Kapal tersebut diketahui masuk dalam daftar sanksi yang diterapkan sejumlah negara, termasuk Inggris, Uni Eropa, Kanada, Australia, Ukraina, dan Selandia Baru.

Pelabuhan Lawe-Lawe menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok minyak mentah Pertamina. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memiliki dua tangki penyimpanan di terminal tersebut dengan kapasitas masing-masing satu juta barel, serta fasilitas single point mooring (SPM) berkapasitas 320.000 deadweight ton (dwt) yang terhubung melalui jaringan pipa menuju Kilang Balikpapan.

Dokumen pengadaan mencantumkan minyak ESPO

Indikasi masuknya minyak mentah Rusia juga sejalan dengan dokumen pengadaan PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya membuka pembelian minyak mentah secara spot untuk kebutuhan Kilang RU VI Balongan.

Dalam dokumen yang diumumkan pada 29 Mei 2026, PPN memasukkan minyak mentah ESPO sebagai salah satu jenis crude yang dicari dengan volume maksimum 315.000 barel untuk pengiriman pada Juni 2026.

“Pada Jumat, 29 Mei 2026, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan rencana pembelian secara spot minyak mentah ke RU VI Balongan untuk periode pengiriman bulan 2026,” sebagaimana tertulis dalam dokumen pengumuman pengadaan minyak mentah PPN yang dilihat Bloomberg Technoz.

“Crude oil ESPO Max 315 MB [315.000 barel]. Delivery CFR/DAP RU VI Balongan [Kilang Balongan],” tulis PPN.

Meski demikian, hingga kini belum dipastikan berapa volume minyak mentah ESPO yang telah masuk melalui Pelabuhan Lawe-Lawe maupun kilang yang mengolahnya.

Pemerintah dan Pertamina belum memberikan penjelasan

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan belum dapat memberikan tanggapan mengenai impor minyak mentah asal Rusia tersebut.

“Khusus untuk hal ini sementara belum bisa saya berkomentar,” kata Laode kepada Bloomberg Technoz, Senin (20/7/2026).

Pernyataan serupa disampaikan Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

“Terkait dengan hal tersebut kami masih menunggu, sehingga kami belum bisa ber-statement,” kata Roberth ketika dihubungi, Senin (20/7/2026).

ESPO diperdagangkan di atas batas harga Barat

Berdasarkan catatan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), minyak mentah ESPO secara konsisten diperdagangkan di atas price cap yang diberlakukan negara-negara Barat terhadap ekspor minyak Rusia.

CREA menyebut batas harga yang semula ditetapkan sebesar US$60 per barel oleh Uni Eropa dan kemudian diturunkan menjadi US$44,1 per barel mulai 1 Februari 2026 tidak berpengaruh terhadap perdagangan minyak ESPO.

“Minyak mentah ESPO secara konsisten diperdagangkan jauh di atas batas tersebut karena orientasi strukturalnya ke pasar China dan Pasifik,” tulis CREA dalam catatannya.

Menurut S&P Global Commodity Insights, ESPO merupakan minyak mentah yang diproduksi di Siberia Timur dan disalurkan melalui jaringan pipa menuju kawasan Asia Pasifik. Minyak ini memiliki karakteristik light sweet crude, dengan API gravity sekitar 34–35 derajat dan kandungan sulfur berkisar 0,58–0,65 persen, sehingga dinilai sesuai untuk diolah di berbagai kilang modern.

Hampir 770 ribu barel dikirim ke Indonesia

Data kepabeanan yang dihimpun Big Trade Data dan dikutip Bloomberg menunjukkan hampir 770.000 barel minyak mentah telah dikirim ke Indonesia dengan nilai sekitar US$75 juta.

Dokumen tersebut mencatat minyak dimuat dari Pelabuhan Kozmino, Rusia, menggunakan kapal tanker Sierra. Kargo tersebut tercatat dibeli oleh Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas.

Akan dicampur menjadi Indonesia Blend

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menjelaskan bahwa minyak mentah yang diimpor akan diproses melalui skema Indonesia Blend, yakni pencampuran berbagai jenis minyak mentah sebelum digunakan.

“Untuk pengadaan minyak itu kan ada Indonesia Blend. Indonesia Blend itu kan minyak itu kan melalui supplier yang ada. Jadi supplier yang ada yang kita terima dalam negeri adalah dalam bentuk blending, Nusantara Blending,” kata Yuliot kepada awak media, di Kompleks DPR, Kamis (16/7/2026).

Ia juga menjelaskan mekanisme kerja sama antarpemerintah dalam pengadaan tersebut.

“Kalau untuk kerja sama antarnegara itu mekanismenya adalah melalui BLU sektor energi, jadi kalau BLU sektor energi itu ada yang ini Lemigas,” tegasnya.

Menurut Yuliot, minyak mentah asal Rusia yang diimpor Lemigas akan ditempatkan di fasilitas penyimpanan sebagai bagian dari Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional. Namun, pemerintah belum mengungkap lokasi penyimpanan yang akan digunakan.

“Itu menjadi cadangan penyangga energi nasional,” tegas dia.

Komitmen pasokan dari Rusia

Rencana peningkatan impor minyak Rusia sebelumnya diungkapkan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo. Ia mengatakan Indonesia memperoleh komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan ke Moskwa.

Menurut Hashim, Rusia berkomitmen memasok 100 juta barel minyak mentah dengan harga khusus sebagai tahap awal. Apabila Indonesia membutuhkan tambahan pasokan, Rusia disebut siap menyediakan sekitar 50 juta barel lagi.

“Dia [Prabowo] ke Moskwa ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta barel minyak itu akan segera dikirim ke Indonesia, 100 juta dengan harga khusus,” kata Hasim dalam agenda Economic Briefing 2026 yang diselenggarakan Garuda TV di Jakarta, Kamis (23/4/2026). (*)

Related posts

Pemerintah Ubah Skema Kartu Prakerja 2023

admin

Untuk Tutup Kasus BTS, Pegawai BPK Diduga Terima Rp40 Miliar

admin

Wow! Pemerintah Akan Buka Lowongan Kerja CASN Sebanyak 1,6 Juta Formasi

admin