Samarinda, Tebarberita.id – Kebijakan efesiensi anggaran memberi dampak ke sejumlah sektor usaha seperti perhotelan. Karena itu, Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, berharap para pelaku usaha di sektor perhotelan dapat lebih aktif dan masif dalam menggencarkan promosi.
Hal ini dinilainya penting untuk kembali membangkitkan gairah bisnis akomodasi dan roda ekonomi di Kota Tepian. Dorongan itu disampaikannya ketika menghadiri pelantikan pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda awal Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi mendorong para pengelola perhotelan untuk mengambil langkah strategis secara mandiri. Manajemen hotel diharapkan tidak hanya bergantung pada agenda rutin pemerintah, melainkan dapat lebih gencar mempromosikan keunggulan layanan serta potensi pariwisata daerah melalui wadah PHRI.
Hal ini penting guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan maupun pelaku bisnis dari luar Kaltim. “Semoga PHRI semakin maju ke depannya dan bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda,” ujar Helmi penuh optimisme.
Selain itu, Helmi juga berharap ke depannya ada pemulihan agenda-agenda pemerintah yang diyakini mampu mendongkrak target pendapatan sektor perhotelan dan restoran secara berkelanjutan.
Diakuinya, efisiensi anggaran membuat sebagian besar kegiatan instansi pemerintah yang bersifat seremonial untuk sementara waktu ditiadakan. Kondisi ini memberikan imbas langsung terhadap penurunan tingkat pemanfaatan fasilitas perhotelan di Samarinda.
Karena itu, politikus Gerindra ini berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan alokasi dana transfer ke daerah agar roda perekonomian lokal kembali bergairah.
“Harapan kami, mudah-mudahan ke depan ada kebijakan dari pemerintah pusat mengenai dana transfer ke daerah untuk bisa dikembalikan seperti semula,” pungkasnya. (adv/mic)

