Samarinda, Tebarberita.id – DPRD Kota Samarinda menyoroti kesiapan daerah menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Paser. Di tengah tekanan efisiensi anggaran, para legislator menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap atlet dan kemampuan fiskal.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyebut jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk memetakan kebutuhan pembiayaan kontingen. Skema anggaran direncanakan melalui APBD Perubahan 2026 dinilai menyimpan tantangan teknis, terutama terkait waktu pencairan dana.
“Di lapangan, kebutuhan itu muncul lebih awal, seperti akomodasi dan logistik. Sementara pencairan anggaran tidak selalu bisa mengikuti ritme tersebut,” ujarnya.
Menurut Novan, kondisi ini perlu diantisipasi melalui formulasi kebijakan yang lebih adaptif. DPRD pun membuka ruang koordinasi lanjutan dengan Pemkot Samarinda agar kebutuhan teknis tidak terhambat, tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.
Di sisi lain, usulan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda yang disebut mencapai lebih dari Rp10 miliar masih bersifat awal dan belum dibahas secara resmi. DPRD menilai angka tersebut perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan kondisi kas daerah yang masih fluktuatif.
“Semua harus dibicarakan bersama TAPD. Kita tidak bisa memutuskan hanya berdasarkan estimasi awal,” tegas politikus Partai Golkar itu.
DPRD juga mengingatkan agar pembiayaan Porprov tidak menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap keuangan daerah. Saat ini, Pemkot Samarinda masih memiliki kewajiban pembayaran sekitar Rp400 miliar yang ditargetkan tuntas pada 2026.
Dengan kondisi tersebut, DPRD menekankan pentingnya disiplin anggaran agar tidak muncul beban baru di tahun berikutnya.
“Dukungan terhadap atlet tetap penting, tetapi jangan sampai mengorbankan kesehatan fiskal daerah,” pungkas Novan. (adv/mic)
