Sendawar, Tebarberita.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan memperkuat program pemanfaatan pangan lokal, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan edukasi gizi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026.
Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Pangan Murah, yang telah dilaksanakan sebanyak 60 kali sepanjang 2026. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Komoditas yang disediakan dalam program tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, dan bawang putih.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, Rion, menyampaikan bahwa peringatan HPS tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba kreasi menu makan siang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), lomba minuman khas Kutai Barat, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemeriksaan keamanan pangan segar asal tumbuhan.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, Selasa (27/10/2026), dengan mengusung tema “Berinovasi Kini, Menjaga Pangan Masa Depan”.
Dalam sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dibacakan Sekretaris Daerah Erick Victory, pemerintah daerah menekankan bahwa peringatan HPS tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.
Pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, sehat, dan bergizi. Upaya tersebut mencakup optimalisasi sumber daya pangan lokal, pembinaan petani, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Selain menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat melaksanakan edukasi konsumsi B2SA di sejumlah sekolah. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pola makan sehat sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi.
Penguatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan pembinaan kelompok wanita tani (KWT). Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga serta mendorong masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menilai kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat diperlukan untuk membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui peringatan HPS 2026, pemerintah daerah berharap inovasi pengolahan dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal terus berkembang. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. (*)

