Samarinda, Tebarberita.id – DPRD Samarinda menyoroti ketimpangan fasilitas antar sekolah negeri yang dinilai memicu hadirnya stigma “sekolah favorit”. Komisi IV menegaskan, persoalan ini harus segera dibenahi agar akses pendidikan yang setara bisa dirasakan seluruh siswa di Kota Tepian.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahroni Pasie, menyebut perbedaan minat masyarakat terhadap sekolah negeri bukan disebabkan kurikulum, melainkan kualitas sarana dan prasarana yang belum merata. “Kurikulum semua sama. Yang membedakan itu fasilitas,” tegasnya.
Menurutnya, kesenjangan terlihat dari kelengkapan fasilitas penunjang belajar, mulai dari lapangan olahraga, laboratorium, hingga infrastruktur teknologi di masing-masing sekolah. Kondisi ini memengaruhi persepsi orang tua dalam menentukan pilihan sekolah bagi anak. “Ketika fasilitas tidak setara, wajar muncul anggapan ada sekolah yang lebih unggul,” ujarnya.
DPRD Samarinda pun mendorong pemerintah kota untuk mempercepat pemerataan sarana pendidikan melalui kebijakan anggaran yang lebih berpihak. Namun, ia mengakui pembenahan tidak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan fiskal daerah.
“Dengan 164 SD dan 50 SMP negeri, perbaikan harus bertahap setiap tahun,” jelasnya.
Meski demikian, DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses tersebut agar berjalan konsisten dan tepat sasaran. Pemerataan fasilitas dinilai menjadi kunci untuk menghapus stigma sekolah favorit sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Tujuan akhirnya sederhana, semua anak di Samarinda punya akses fasilitas pendidikan yang sama dan layak,” pungkasnya. (adv/mic)
