Samarinda, Tebarberita.id – Pemkot Samarinda dipastikan tidak akan menggarap proyek infrastruktur besar pada tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memilih memprioritaskan pelunasan utang proyek fisik dari tahun sebelumnya yang nilainya masih cukup besar.
Fakta itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD Samarinda dengan Dinas PUPR. Dalam forum tersebut, selain membahas evaluasi kinerja 2026 dan rencana anggaran 2027, DPRD juga menyoroti progres pembayaran utang kepada para kontraktor.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa fokus pelunasan utang membuat aktivitas pembangunan tahun ini menurun signifikan.
“Tahun ini hampir tidak ada proyek besar yang berjalan. Pemerintah fokus menyelesaikan utang ke kontraktor terlebih dahulu,” ujarnya.
Dari total utang sektor PUPR yang mencapai sekitar Rp290 miliar, pemerintah baru mampu membayar sekitar Rp32 miliar. DPRD menilai progres tersebut masih jauh dari target.
Di Bidang Cipta Karya, total utang tercatat sebesar Rp132 miliar, namun baru sekitar Rp19 miliar yang terbayarkan. “Masih ada sekitar Rp113 miliar yang belum diselesaikan di bidang Cipta Karya,” jelas Deni.
Sementara itu, pada Bidang Sumber Daya Air, total utang mencapai Rp34 miliar. Dari jumlah tersebut, pemerintah baru mencicil sekitar Rp13 miliar, sehingga masih tersisa Rp21 miliar yang harus dilunasi.
Untuk Bidang Bina Marga, DPRD mengaku belum menerima laporan detail terkait total utang yang masih harus dibayarkan. Namun secara keseluruhan, pembayaran utang PUPR yang telah direalisasikan baru mencapai sekitar 20 persen dari total kewajiban. “Kalau dihitung secara keseluruhan, progres pembayaran masih di kisaran 20 persen,” tambahnya.
Pemkot diketahui tengah berupaya menyelesaikan total utang yang mencapai sekitar Rp400 miliar secara bertahap. Strategi yang digunakan adalah memprioritaskan pembayaran proyek dengan nilai kecil terlebih dahulu.
“Mereka mendahulukan pembayaran utang di bawah Rp100 juta. Setelah itu baru berlanjut ke utang dengan nilai lebih besar,” pungkas Deni. (adv/mic)
