TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 633 kali.
ADVERTORIAL DPRD SAMARINDA

Menuju Kota Digital, DPRD Samarinda Dukung Tambahan Anggaran Diskominfo

Suparno

Samarinda, Tebarberita.id – Kebutuhan layanan digital di Kota Tepian terus meningkat, sementara alokasi anggaran untuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) justru diproyeksikan menurun. Kondisi ini mendorong Komisi I DPRD Samarinda untuk mendukung usulan penambahan anggaran yang diajukan Diskominfo sebesar Rp33 miliar.

Saat ini, Diskominfo mengelola anggaran sekitar Rp27 miliar. Namun, proyeksi anggaran dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tahun 2027 turun menjadi Rp25 miliar. DPRD menilai, penurunan ini tidak sejalan dengan kebutuhan layanan digital yang semakin luas.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno, menegaskan bahwa penguatan sektor digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Kalau kita bicara kota modern, maka infrastruktur digital itu sudah seperti kebutuhan dasar. Tidak bisa ditunda atau dikurangi,” ujarnya.

Layanan Diskominfo menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan akses internet gratis hingga penguatan jaringan komunikasi di lingkungan pemerintahan dan ruang publik.

“WiFi gratis di ruang publik, jaringan internet di kantor pemerintahan sampai kelurahan, itu semua bagian dari pelayanan yang harus terus diperkuat,” lanjutnya.

Selain konektivitas, Suparno juga menyoroti pentingnya sistem keamanan kota berbasis digital. Menurutnya, pengawasan di titik-titik strategis membutuhkan dukungan teknologi yang memadai, termasuk biaya pemeliharaan yang berkelanjutan. “Perangkat seperti CCTV tidak cukup hanya dipasang, tapi harus dirawat dan diperbarui. Ini butuh anggaran yang tidak kecil,” tegasnya.

Di tengah kebutuhan tersebut, DPRD justru mengapresiasi langkah Diskominfo yang mampu melakukan efisiensi anggaran melalui pengembangan sistem secara mandiri. Tanpa bergantung pada pihak ketiga, instansi ini berhasil menekan biaya sekaligus menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan lintas OPD.

“Mereka sudah menunjukkan efisiensi yang baik. Sistem dibuat sendiri oleh tenaga internal, bahkan aplikasinya bisa digunakan dinas lain. Ini bukti bahwa anggaran yang ada dikelola secara optimal,” kata Suparno.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kemandirian teknologi harus dibarengi dengan investasi pada sumber daya manusia dan perangkat pendukung.

“SDM harus terus ditingkatkan, perangkat juga harus diperbarui. Kalau tidak, kita akan tertinggal dari perkembangan teknologi yang sangat cepat,” ujar Ketua DPD PAN Samarinda itu mengakhiri. (adv/mic)

Related posts

Kecamatan dan Kelurahan Diminta Buka Komunikasi ke Warga Terdampak Pembangunan Terowongan Selili

admin

DPRD Samarinda Dukung Rencana Pemkot Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

admin

Disdikbud Kutim Beri Pelatihan Tanggap Bencana kepada 154 Guru

admin