Samarinda, Tebarberita.id — Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur mempercepat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Organisasi tersebut juga menata kembali kepengurusan Percasi di tingkat kabupaten dan kota. Pembahasan mengenai agenda tersebut berlangsung dalam rapat Pengprov Percasi Kaltim di Sekretariat Percasi Kaltim, Jalan Wahid Hasyim 2, Samarinda, Minggu (20/9/2026).
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, meminta bidang organisasi segera menyelesaikan proses pembentukan maupun penataan kepengurusan daerah yang belum dilantik.
“Bidang organisasi segera menetapkan dan menata keseluruhan kepengurusan yang ada. Ini penting agar organisasi kita semakin solid,” kata Reza.
Selain konsolidasi organisasi, Percasi Kaltim berencana memperluas pembinaan atlet dengan menyasar lingkungan sekolah, desa, dan kelurahan. Langkah tersebut ditujukan untuk menemukan serta mengembangkan bibit-bibit pecatur baru di daerah. Pengurus juga akan memperkuat kerja sama dengan sektor swasta untuk mendukung pembiayaan kegiatan sekaligus mendorong kemandirian organisasi.
Persiapan Porprov capai 80 persen
Sekretaris Pengprov Percasi Kaltim Abdul Hassan mengatakan persiapan menghadapi Porprov telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia pelaksana telah dibentuk, sementara Kabupaten Paser ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan.
Untuk menghadapi Kejurnas, Percasi Kaltim menyiapkan sekitar 30 orang yang terdiri atas atlet dan unsur pendukung. Kontingen ditargetkan mampu mempertahankan posisi lima besar.
“Tim yang berangkat sekitar 30 orang. Target kita mempertahankan 5 besar. Persiapan sport science juga sudah kita siapkan,” ujar Abdul Hassan.
Persiapan tersebut mencakup dukungan sport science sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa atlet sebelum bertanding. Dari sisi pembiayaan, Percasi Kaltim akan melakukan koordinasi dengan KONI Kaltim sekaligus menjajaki dukungan dari pihak swasta melalui skema sponsorship.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah menggabungkan agenda pelantikan kepengurusan dengan turnamen catur berskala besar. Format tersebut diharapkan dapat menjadi wadah promosi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan calon sponsor.
Bangun database pembinaan atlet
Percasi Kaltim juga merancang program pelatihan pelatih yang akan dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam pembinaan olahraga catur.
Selain itu, organisasi akan membangun basis data yang mencakup atlet, pelatih, wasit, klub, hingga sekolah. Database tersebut diharapkan dapat membantu Percasi memetakan potensi serta kebutuhan pembinaan secara lebih terstruktur.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari strategi Percasi Kaltim untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas pembinaan catur hingga tingkat akar rumput, serta mengembangkan sumber pendanaan yang lebih mandiri menjelang berbagai agenda kompetisi. (*)

