TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 684 kali.
ADVERTORIAL DPRD KUTAI KARTANEGARA

Pegawai Sekretariat DPRD Kukar Ikut Beseprah

Tebarberita.id, Tenggarong – Tradisi Beseprah atau duduk bersila diatas tikar sambil makan bersama adalah salah satu tradisi dalam setiap perhelatan Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Beseprah dilaksanakan pada Selasa (26/9/2023) pagi di depan Museum Mulawarman Tenggarong.

Tradisi ini dilakukan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama dengan Pemerintah Daerah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Atas nama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, apresiasi dan penghargaan diberikan kepada Bupati dan Forkopimda. Sehingga Erau Adat Pelas Benua tahun ini dapat terselenggara dan dapat menjaga tradisi turun temurun,” kata Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Heriansyah yang menyandang gelar Pangeran Noto Negoro.

Tradisi beseprah ini adalah rangkaian kegiatan yang didalamnya mengandung harapan serta doa dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura agar dapat mengayomi rakyatnya.

“Sekaligus untuk membaur dan merasakan apa yang dirasakan rakyat, sebagai pemimpin harus dekat dan membaur dengan rakyat. Juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” tambah ketua panitia Erau Adat Pelas Benua tahun 2023 ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Bupati, Edi Damansyah juga mengatakan bahwa tradisi beseprah ini memiliki esensi. Yakni Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama pemerintah daerah menjamu rakyat untuk bersuka cita dengan cara makan bersama.

“Alhamdulilah hari ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” ucap Edi.

Sebagai bagian dari agenda tahunan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama pemerintah daerah. Diharapkan tradisi beseprah dalam rangka Erau Adat Pelas Benua ini juga dapat terjaga dengan baik kedepannya.

“Terutamanya bagi para generasi muda. Cintailah tradisi adat istiadat di tanah Kutai ditengah majunya jaman digitalisasi dan teknologi sekarang ini,” tutupnya.

Tradisi beseprah ini dimulai setelah dibunyikannya kentongan yang terbuat dari bambu oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama Bupati Bersama Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid dan jajaran Forkopimda. Sehingga seluruh masyarakat bisa menikmati makanan yang telah disediakan. (Adv)

Related posts

Wakil Ketua DPRD Kaltim Bahas Tuntutan Warga Eks Transmigran

admin

2023, DPRD Kukar Bahas 23 Raperda

admin

Markaca Serap Aspirasi Warga Sungai Kapih

admin