Jakarta, Tebarberita.id — Kementerian Sosial (Kemensos) akan menelusuri ketidaksesuaian data sosial ekonomi setelah Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, dilaporkan tercatat dalam kelompok masyarakat miskin ekstrem atau Desil 1.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diperlukan untuk memastikan ketepatan data yang digunakan dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Berarti ada langkah yang harus kita lakukan untuk pemutakhiran. Ya, kita akan tindaklanjuti ini,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026), seperti dilansir Tirto.id.
Gus Ipul mengaku baru menerima informasi mengenai status data Asky. Ia menyebut adanya informasi tentang kemungkinan kekeliruan dalam pendataan menjadi bahan evaluasi bagi kementeriannya.
“Jadi kalau ada yang keliru-keliru seperti ini atau eror, ini adalah bagian dari pemutakhiran kita. Ya, kita berterima kasih diberi informasi kalau ajudan Gubernur Kaltim Desil 1,” tutur dia.
Nama Briptu Asky Rizal Toding sebelumnya menjadi sorotan publik setelah beredarnya video dugaan intimidasi terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda di media sosial.
Asky diketahui merupakan anggota Polri aktif berpangkat brigadir polisi satu (Briptu) yang bertugas di lingkungan Polda Kalimantan Timur. Ia disebut menjalankan tugas sebagai ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Setelah insiden tersebut ramai diperbincangkan, Asky menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa dan masyarakat atas sikapnya yang dinilai arogan.
Kemensos menyatakan akan menindaklanjuti informasi mengenai status Desil 1 tersebut melalui proses pemutakhiran data. Hasil penelusuran diperlukan untuk memastikan apakah pencatatan itu merupakan kekeliruan administratif atau mencerminkan kondisi data yang perlu diperbaiki. (*)

