Sendawar, Tebarberita.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, mendorong penguatan persatuan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat, Erik Victory, menilai keberagaman budaya dan latar belakang masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
“Melainkan kekuatan utama untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” kata Erik, Senin (2/11/2026).
Ia mengajak berbagai kelompok masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, tokoh agama, tokoh adat, kalangan pemuda hingga komunitas lintas kelompok, untuk memanfaatkan peringatan hari jadi sebagai momentum mempererat hubungan sosial dan memperkuat kebersamaan.
Erik menjelaskan, pemerintah daerah juga terus membuka ruang partisipasi publik dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Pelibatan masyarakat dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), pengajuan program melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), serta penyerapan aspirasi masyarakat oleh anggota DPRD.
“Kita memastikan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui penerapan sistem perencanaan pembangunan partisipatif yang inklusif dan terlembagakan,” ujarnya.
Selain memperkuat mekanisme perencanaan, Pemkab Kutai Barat turut mendorong pengembangan kelembagaan lokal. Langkah tersebut dinilai penting agar keterlibatan masyarakat tidak hanya berlangsung dalam proses penyusunan program, tetapi juga terjaga secara berkelanjutan dalam pelaksanaan pembangunan.
Memasuki usia ke-27, pemerintah kabupaten juga menegaskan komitmennya untuk memperluas pemerataan hasil pembangunan hingga ke wilayah pelosok. Percepatan pemenuhan kebutuhan masyarakat di kawasan yang memerlukan perhatian khusus menjadi salah satu upaya yang terus didorong.
Erik berharap, semangat persatuan dan gotong royong dapat terus dipelihara sehingga seluruh unsur masyarakat memiliki peran aktif dalam mewujudkan pembangunan Kutai Barat yang adil dan merata. (*)

