TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 1624 kali.
KEAGAMAAN SAMARINDA

Bentuk Kecintaan, Keluarga Besar dari Arusbaya Ini Rutin Maulidan

Muhammad Maruf dan Sumiati (kiri) bersama Habib Agil Al habsyi dan istri (kanan).

Tebarberita.id, Samarinda – Mencintai Nabi Muhammad Saw bagi seorang mukmin sudah menjadi kewajaran. Sebab, rasul terakhir yang diutus Allah Swt untuk suluruh alam itu telah membawa umat manusia dari zaman kegelapan menuju umat manusia yang saling menyayangi, saling melindungi dan menghormati hak-hak kemanusiaan sekaligus kehambaan melalui ajaran Islam.

Muhammad Maruf dan Sumiati (kiri) bersama Habib Agil Al habsyi dan istri (kanan).

Muhammad Saw yang dilahirkan pada tahun 517 Masehi atau 12 Rabiul Awal Tahun Gajah itu telah diriwayatkan begitu mencintai umatnya. Tidak hanya semasa hidupnya namun hingga hari kiamat kelak. Kecintaan umat Muhammad Saw kepada nabinya itu tampak saat bulan Rabiul Awal dengan memperingati kelahirannya, maulid.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw telah menjadi kebiasaan turun-temurun dari keluarga besar Muhammad Maruf dan Sumiati. Pasangan suami-istri ini tidak pernah absen dalam memperingati maulid di kediamannya di Jalan Pelita 2 Dalam Kecamatan Sambutan, Samarinda.

Keluarga besar Sumiati.

Dengan mengundang warga setempat, keluarga Maruf dan Sumiati melalui acara maulid dapat berbagi kelimpahan rezeki kepada tamu-tamunya. Usai maulid, warga yang hadir menerima paket sembako dari keluarga tersebut. Anak-anak pun turut bergembira saat acara. Mereka berebut mendapatkan aneka buah dan makanan yang disajikan dan telah didoakan seperti berebut syafaat dan keberkahan.

“Sudah turun-temurun. Karena di kampung saya, sejak kakek saya di Arusbaya. Sebenarnya bukan tradisi tapi menurut saya wajib sih, mencintai Rasulullah,” ujar Sumiati di sela-sela maulid yang digelar di rumahnya, Senin malam (24/10/2022).

keluarga besar Muhammad Maruf dan Sumiati bersama Habib Agil Al Habsyi.

Arusbaya merupakan wilayah di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Menurut Sumiati, dia hanya melanjutkan kebiasaan yang diwariskan dari keluarganya sejak lama. Sumati menampik jika memperingati maulid Muhammad Saw dianggap sebagai tradisi biasa.

“Bagaimana kita memperlakukan orang yang kita sayangi? Salah satunya, saya begini (maulid) untuk yang saya sayangi. Semoha tahun depan begini lagi,” kata Sumiati melanjutkan.

Selain untuk keluarga besarnya, maulid ini juga dilangsungkan bersama keluarga besar majelis Mauidul Khoir dan As Somad yang dihadiri Habib Agil Al Habsy. Sumiati berharap tahun berikutnya, ia bersama keluarga besarnya dapat kembali menyemarakkan maulid sebagai tanda kecintaan kepada Rasulullah.

“Setiap tahun harapannya, selain itu untuk silaturahmi dengan tetangga. Jadi ke depan semoga dimampukan dan diberikan kelancaran rezeki untuk melangsungkan maulid lagi,” harap Sumiati. (*)

Related posts

Simpang Pasir Gelar Bersih Desa ke-46, Dihiasi Kirab Budaya Hingga Wayang Kulit

admin

OMG Samarinda Kenalkan Ganjar Pranowo di Posyandu

admin

Kenalkan Al-Quran sebagai Penyelamat Generasi, Mahasiswa Pascasarjana PAI Pengabdian terhadap Masyarakat

admin