tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 606 kali.
ADVERTORIAL KUTAI BARAT

Batik Tulis Itah Otur Diluncurkan, Frederick Edwin Dorong Wastra Kutai Barat Jadi Identitas Daerah

Batik Tulis bermotif Itah Otur resmi diluncurkan Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin pada malam penutupan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kubar, di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar, Barong Tongkok, Kamis (5/11/2026) malam.

Sendawar, Tebarberita.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memperkenalkan Batik Tulis bermotif Itah Otur sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mengembangkan potensi kerajinan lokal. Karya wastra yang melibatkan seniman daerah tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam rangkaian penutupan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Barat.

Peluncuran berlangsung di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar, Barong Tongkok, Kamis (5/11/2026) malam. Batik tersebut merupakan hasil inisiatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat yang melibatkan kreativitas seniman lokal asal Kampung Intu Lingau.

Kehadiran motif Itah Otur menambah kekayaan produk kerajinan berbasis budaya daerah. Karya tersebut sekaligus memperlihatkan potensi seni masyarakat Kutai Barat yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan dengan nilai budaya dan ekonomi.

Frederick Edwin menyampaikan apresiasi terhadap proses kreatif yang melahirkan batik tulis tersebut. Ia menilai keterlibatan seniman lokal dan dukungan Dekranasda menjadi bagian penting dalam memperkenalkan karakteristik serta kekayaan budaya Kutai Barat melalui karya seni.

“Ini membanggakan. Pada hari yang penuh bahagia ini, seniman batik kita kembali membuktikan bahwa Kubar sangat eksotis. Dekranasda telah mewadahi dan mendorong seniman lokal untuk terus menghasilkan inovasi batik tulis,”ujarnya.

Menurut Frederick, pengembangan wastra daerah membutuhkan dukungan yang berkesinambungan agar karya para perajin tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi juga memperoleh ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menyebut upaya Dekranasda dalam mempromosikan kerajinan dan wastra Kutai Barat telah menghasilkan capaian di tingkat provinsi. Salah satunya melalui penghargaan Juara Harapan III dalam ajang Dekranasda Kaltim Award 2026.

Prestasi tersebut dinilai menjadi bentuk pengakuan terhadap kreativitas para penggiat kerajinan sekaligus hasil dari upaya memperkenalkan produk budaya lokal. Capaian itu juga diharapkan dapat mendorong para seniman dan perajin untuk terus mengembangkan inovasi tanpa meninggalkan karakter serta nilai tradisional yang menjadi ciri khas daerah.

Frederick berharap pengembangan wastra Kutai Barat dapat terus dilanjutkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, seniman, dan masyarakat. Menurutnya, program pembinaan yang berkualitas diperlukan untuk memperluas pengembangan produk sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi kerajinan daerah.

Selain sebagai karya seni, batik tulis juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari identitas masyarakat dan memperkuat pengenalan budaya Kutai Barat di luar wilayah daerah. Karena itu, penggunaan produk wastra lokal diharapkan semakin mendapat tempat dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun agenda resmi pemerintahan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap produk kerajinan daerah dengan menjadikannya bagian dari penggunaan busana sehari-hari maupun kegiatan formal.

“Mari kita bangga mengenakan wastra Kubar sebagai bagian dari identitas diri,”ajak Bupati.

Peluncuran Batik Tulis Itah Otur dalam rangkaian HUT ke-27 Kutai Barat tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan hasil kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pengembangan produk kerajinan daerah. (Adv/T4/Diskominfo Kubar)

Related posts

Disdikbud Kutai Barat Susun Raperbup Literasi dan Numerasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

admin

Julfansyah Sebut Komisi D Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

admin

Ketua DPRD: Tidak Ada Hidup Tanpa Pengorbanan

admin