Sendawar, Tebarberita.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai mengintensifkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-18 tingkat Kabupaten Kutai Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Melak pada 9–15 November 2026. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan fasilitas perlombaan, pelayanan peserta, keamanan, hingga keterlibatan pelaku usaha lokal.
Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, meminta seluruh panitia dan instansi terkait memperkuat koordinasi agar penyelenggaraan kegiatan keagamaan tersebut berjalan sesuai rencana. Ia menekankan bahwa persiapan harus dilakukan secara menyeluruh mengingat MTQ akan melibatkan peserta dari 16 kecamatan.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan MTQ ke-18 yang berlangsung di Ruang Media Center PPID, Kantor Kementerian Agama Kutai Barat, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Jumat (6/11/2026).
Dalam rapat tersebut, Nanang menggarisbawahi lima prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti oleh seluruh unsur kepanitiaan.
Prioritas pertama menyangkut kesiapan infrastruktur dan fasilitas kegiatan. Seluruh lokasi perlombaan, panggung utama, serta sarana pendukung diminta dipastikan dalam kondisi siap sebelum pembukaan MTQ. Pemerintah daerah juga perlu berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menjamin ketersediaan listrik dan air bersih selama kegiatan berlangsung.
Aspek kedua adalah pelayanan dan akomodasi bagi seluruh kafilah. Pemondokan peserta dari 16 kecamatan harus memenuhi standar kelayakan, kebersihan, dan keamanan. Selain fasilitas penginapan, panitia diminta menyiapkan tenaga medis serta posko kesehatan yang beroperasi selama 24 jam di sekitar lokasi perlombaan maupun tempat pemondokan.
Berikutnya, pengaturan transportasi dan keamanan menjadi perhatian untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung. Rekayasa lalu lintas di wilayah Kecamatan Melak perlu dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Kutai Barat. Ketersediaan area parkir juga harus diperhitungkan agar mobilitas peserta dan pengunjung tidak terganggu.
Pada aspek publikasi, Nanang meminta panitia memaksimalkan penyebaran informasi melalui media massa, media sosial, serta pemasangan baliho dan umbul-umbul. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan kegiatan MTQ sebagai agenda syiar keagamaan daerah.
Selain aspek penyelenggaraan, pemerintah daerah juga menginginkan adanya manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal didorong untuk terlibat dalam kegiatan tersebut, sehingga kehadiran peserta dan pengunjung dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Melak.
Prioritas kelima berkaitan dengan penguatan sinergi antarlembaga. Nanang meminta seluruh pihak mengesampingkan ego sektoral dan mengutamakan komunikasi serta kerja sama dalam menyelesaikan kebutuhan persiapan. Camat Melak sebagai tuan rumah juga diminta menjalin koordinasi secara intensif dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dan panitia tingkat kabupaten.
Menurut Nanang, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dari pencapaian prestasi peserta dan manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat. Karena itu, tiga sasaran utama yang harus dicapai meliputi sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi kerakyatan.
“Mari kita sukseskan MTQ ke-18 ini dengan bekerja secara tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab demi kelancaran agenda besar daerah kita,”tegas Wabup.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah daerah, panitia, instansi teknis, LPTQ, serta masyarakat dapat terus diperkuat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Melalui persiapan yang terencana dan keterlibatan berbagai unsur, MTQ ke-18 tingkat Kabupaten Kutai Barat diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengembangan kemampuan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat kehidupan keagamaan, mendorong prestasi generasi muda, serta memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tuan rumah. (Adv/T8/Diskominfo Kubar)


