TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 640 kali.
KALIMANTAN TIMUR KUTAI KARTANEGARA

Desa Kahala Wakili Kaltim dalam Penilaian Nasional Pencegahan Stunting 2026

Ilustrasi

Tenggarong, Tebarberita.id — Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional 2026.

Tahapan penilaian berlangsung secara virtual dari Aula Desa Mandiri Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (15/9/2026). Kepala Desa Kahala Mahlan, S.Pd., memaparkan berbagai program dan praktik yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat dalam upaya mencegah dan menurunkan stunting.

Kepala DPMPD Provinsi Kalimantan Timur Siti Sugiyanti beserta jajaran turut mengikuti proses tersebut, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat.

Di hadapan Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Mahlan menjelaskan pelaksanaan program yang melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pendamping desa, hingga masyarakat.

Perkuat Konvergensi Pencegahan Stunting

Desa Kahala memperkuat pelaksanaan konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui sejumlah kegiatan yang menyasar kelompok rentan. Program tersebut antara lain pemantauan tumbuh kembang anak usia 0–59 bulan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, serta pendampingan terhadap keluarga yang memiliki risiko mengalami stunting.

Penguatan kapasitas kader juga menjadi bagian dari pelaksanaan program. Kader Pembangunan Manusia (KPM) melakukan pendataan dan pemantauan keluarga sasaran melalui aplikasi eHDW. Data tersebut kemudian dikonsolidasikan bersama pemerintah desa dan tenaga kesehatan untuk menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.

Komitmen pemerintah desa juga diperkuat melalui Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2024 tentang Inovasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting.

Dari sisi anggaran, Desa Kahala meningkatkan alokasi untuk program pencegahan dan penanganan stunting. Anggaran yang dialokasikan pada 2025 tercatat sebesar Rp104,98 juta, kemudian meningkat menjadi Rp114,93 juta pada 2026.

Andalkan Pangan Lokal melalui Kahala CERIA

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam penilaian tersebut adalah Kahala CERIA, singkatan dari Keluarga Kahala Cegah Stunting, Ibu dan Anak Sehat Bahagia. Program tersebut memanfaatkan potensi desa, termasuk pangan lokal. Ikan sungai digunakan sebagai salah satu sumber makanan tambahan bergizi bagi keluarga sasaran.

Kahala CERIA juga diwujudkan melalui Dapur Sehat Desa dan Program Seluang atau Sentuhan Kasih untuk Keluarga Kurang Gizi.

Pelayanan tersebut diperkuat dengan keberadaan Posyandu Gembira Ramah Anak dan Posyandu Kawasan. Keduanya memberikan layanan terpadu berupa edukasi, pemantauan, dan pendampingan kepada keluarga sasaran.

Tujuh Variabel Penilaian

Setelah Mahlan menyampaikan pemaparan selama 20 menit, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan materi dari Kecamatan Kenohan, DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara, dan DPMPD Provinsi Kalimantan Timur.

Tim Penilai Pusat kemudian melakukan sesi tanya jawab untuk menggali pelaksanaan program serta inovasi yang telah dijalankan Desa Kahala.

Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting mencakup tujuh variabel.

Ketujuh variabel tersebut meliputi pelaksanaan Pramusrenbang Tematik Stunting atau Rembuk Stunting Tingkat Desa, pelaksanaan konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tingkat desa, kinerja Kader Pembangunan Manusia, komitmen pemerintah desa, pembinaan pelaku kelembagaan P3S, pelaksanaan monitoring dan evaluasi konvergensi P3S, serta inovasi desa.

Proses penilaian juga diikuti Tim Penilai Desa Berkinerja Baik Provinsi Kalimantan Timur, DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara, BAPPEDA Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Kenohan, jajaran Pemerintah Desa Kahala, Ketua TP PKK Desa Kahala, TP3S Desa Kahala, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Kutai Kartanegara, KPM Stunting, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu Desa Kahala.

Stunting sebagai Program Pembangunan Desa

Kepala DPMPD Provinsi Kalimantan Timur Siti Sugiyanti menyampaikan dukungan terhadap Desa Kahala yang menjadi wakil Kalimantan Timur dalam tahapan penilaian tingkat nasional.

Keterlibatan berbagai unsur dalam proses tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.

Bagi Desa Kahala, program pencegahan stunting tidak hanya ditempatkan sebagai agenda sektor kesehatan. Program tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa melalui kebijakan, penganggaran, pendataan, pelayanan, serta pemanfaatan potensi lokal.

Keikutsertaan Kahala dalam penilaian tingkat nasional menjadi bagian dari upaya menunjukkan praktik yang telah dikembangkan desa sekaligus memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penurunan stunting di tingkat lokal. (*)

Related posts

Lakalantas di Jalan Trans Kalimantan, Kepala Kemenag Kaltim dan Keluarga Meninggal

admin

Ketua KPU Kutai Kartanegara Lantik 100 PPK

admin

Safari Subuh, Bupati Kukar Serahkan Bantuan untuk Masjid di Loa Ipuh

admin