Jakarta, Tebarberita.id — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan produksi massal program mobil nasional yang dipimpin PT Pindad dapat dimulai pada akhir 2028. Persiapan proyek saat ini masih berada pada tahap pembukaan dan penyiapan lahan di Subang, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan Pindad masih menjalankan proses land clearing untuk lokasi fasilitas produksi.
“Saat ini mereka masih proses land clearing, dan itu akan berlokasi di Subang. Operasional mereka akan mulai mass production di akhir 2028,” ujar Setia dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Setelah tahap penyiapan lahan selesai, pembangunan fasilitas produksi ditargetkan dimulai pada 2027. Pemerintah juga menyiapkan rantai pasok komponen kendaraan agar sebagian besar kebutuhan produksi dapat ditopang oleh ekosistem industri di dalam negeri.
Libatkan Puluhan Mitra
Pengembangan ekosistem tersebut tidak sepenuhnya dimulai dari nol. Pindad sebelumnya telah membangun jaringan pemasok melalui produksi kendaraan Maung MV3 yang melibatkan sekitar 60 perusahaan mitra dari Indonesia maupun luar negeri.
Untuk program mobil nasional, Kemenperin telah memetakan sejumlah perusahaan yang akan terlibat dalam penyediaan komponen kendaraan. Komponen rolling chassis dan baterai, misalnya, direncanakan melibatkan KG Mobility, PT Sum Hing Indonesia, serta Indonesia Battery Corporation (IBC).
Di sektor interior, PT Limus Indo Persada akan menangani komponen karpet dan trim. PT Idola Aerindo akan memasok jok, sedangkan PT IRC Inoac Indonesia menangani komponen berbahan karet. PT Fanah Jata Maindo juga disiapkan untuk memasok headlining dan cover trim, selain berbagai pemasok komponen lainnya.
Setia mengatakan rancangan rantai pasok untuk mobil nasional telah disiapkan pemerintah dengan melibatkan sejumlah sektor industri domestik.
“Ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesainkan. Ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat. Dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri,” tutur dia.
Belajar dari Produksi Maung MV3
Kemenperin mencatat produksi Maung MV3 telah melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Total personel yang berkontribusi melalui Pindad dan perusahaan mitranya mencapai sekitar 15.000 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.100 orang terlibat secara langsung dalam proses produksi kendaraan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan ekosistem industri untuk program mobil nasional yang akan dipimpin Pindad.
Dengan pembangunan fasilitas yang ditargetkan mulai 2027 dan produksi massal pada akhir 2028, pemerintah berharap proyek tersebut dapat memperkuat kemampuan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan keterlibatan perusahaan domestik dalam rantai pasok kendaraan.(*)
