Samarinda, Tebarberita.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan seluruh desa di wilayahnya telah terhubung dengan jaringan listrik PT PLN (Persero) paling lambat pada 2028. Hingga Agustus 2026, masih terdapat 72 desa yang belum menikmati layanan listrik dari jaringan PLN.
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya, ketika sebanyak 109 desa belum berlistrik. Dengan demikian, sebanyak 37 desa telah berhasil memperoleh akses listrik dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur Bambang Arwanto mengatakan data mengenai desa yang belum teraliri listrik kini telah disinkronkan antara pemerintah provinsi dan PLN.
“Jadi, saat ini terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik PLN. Data Dinas ESDM dan PLN sudah selaras,” ujar Bambang seperti dikutip dari keterangan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setprov Kaltim, Minggu (9/8/2026).
Untuk mempercepat pemerataan akses listrik, Pemprov Kaltim bersama PLN menyusun program elektrifikasi secara bertahap. Pada 2026, sebanyak 36 desa ditargetkan mulai memperoleh sambungan jaringan listrik. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2027 dengan menyasar 36 desa lainnya.
Apabila target tersebut tercapai sesuai jadwal, seluruh desa yang saat ini belum terhubung jaringan PLN akan memperoleh akses listrik.
Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya menghadirkan sambungan listrik, tetapi juga mampu menyediakan pasokan energi yang andal bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil.
Menurut Bambang, pemerataan akses listrik merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat-pusat perkotaan.
Ia menilai keberadaan listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, meningkatkan produktivitas masyarakat, mendukung proses pendidikan, serta memperbaiki kualitas hidup warga desa.
Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa yang belum berlistrik dapat tersambung ke jaringan PLN pada 2027. Namun, pemerintah juga menyiapkan skenario apabila pembangunan infrastruktur menghadapi kendala di lapangan.
“Ditargetkan pada 2027. Jika ada penyesuaian waktu, paling lambat hingga 2028 seluruh desa di Kalimantan Timur sudah tersambung jaringan listrik PLN,” tegas Bambang.
Pencapaian target tersebut dinilai menjadi tantangan mengingat kondisi geografis Kalimantan Timur yang memiliki wilayah luas dengan sejumlah permukiman berada di kawasan terpencil dan sulit dijangkau.
Karena itu, pemerintah menilai sinergi antara Pemprov Kaltim dan PLN menjadi faktor utama untuk memastikan pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau seluruh desa yang selama ini belum terhubung dengan sistem kelistrikan nasional. (*)
