Samarinda, Tebarberita.id – Keterbatasan anggaran tidak menghentikan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Samarinda. Namun kondisi ini justru menjadi sorotan Komisi IV DPRD Samarinda yang meminta Pemkot segera melakukan evaluasi serius.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahroni Pasie, mengungkapkan pihaknya menemukan ada bidang di DP3A yang tidak memiliki dukungan anggaran sama sekali. “Padahal itu bidang penting untuk Kota Layak Anak,” ujarnya.
Meski begitu, Novan mengakui sejumlah program tetap berjalan, meskipun dalam keterbatasan. DPRD pun memberikan apresiasi atas upaya DPPPA menjaga layanan tetap aktif. “Dengan anggaran terbatas saja masih jalan, ini patut diapresiasi,” katanya.
Namun, Novan menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Mengingat DP3A jadi instansi yang menjalankan program nasional Kota Layak Anak. Agenda nasional itu tetap membutuhkan dukungan anggaran memadai di tingkat daerah. “Ini program prioritas, jadi harus didukung anggaran yang cukup,” tegasnya.
Selama ini, DPPPA lebih banyak menjalankan kegiatan rutin seperti sosialisasi kepada masyarakat, termasuk edukasi pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Komisi IV pun mendorong Pemkot Samarinda untuk menata ulang prioritas anggaran, meskipun di tengah kebijakan efisiensi. “Penempatan anggaran harus lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD akan membawa hasil evaluasi ini ke Badan Anggaran (Banggar) untuk dibahas dalam APBD Perubahan.
“Nanti kami sinkronkan dengan usulan TAPD,” pungkasnya. (adv/mic)
