Samarinda, Tebarberita.id – Upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif terus diupayakan oleh Sani Bin Husain. Anggota Komisi II sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Samarinda ini memilih jalur keterbukaan dan inovasi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Dalam momentum reses Masa Persidangan II 2026, Sani memperkenalkan pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada penyerapan aspirasi, tetapi juga pada pertanggungjawaban kinerja. Ia meluncurkan aplikasi digital “Sani Mendengar” sebagai kanal komunikasi langsung dengan warga, sekaligus menerbitkan buku laporan kerja berjudul “Sani Bersuara”.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan usulan tanpa harus menunggu agenda tatap muka. Akses yang terbuka selama 24 jam ini dinilai sebagai langkah konkret untuk menghapus batasan waktu dan jarak dalam komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Sekarang aspirasi tidak perlu menunggu forum resmi. Dari rumah pun bisa disampaikan kapan saja,” ujar Sani.
Tak berhenti pada penyerapan aspirasi, ia juga menekankan pentingnya transparansi. Buku “Sani Bersuara” yang dibagikan secara gratis menjadi bentuk laporan terbuka kepada publik mengenai capaian dan progres kerjanya di parlemen.
Dari hasil penjaringan aspirasi selama sepekan, persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan dominan, terutama terkait perbaikan jalan dan drainase. Selain itu, layanan air bersih juga menjadi sorotan warga di Samarinda Ulu.
Sani memastikan seluruh aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai dokumentasi semata. Ia berkomitmen mengawal usulan masyarakat agar sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui RPJMD Kota Samarinda.
Di sisi lain, perhatian terhadap isu sosial juga tetap menjadi bagian dari agendanya. Dalam rangka mendukung penanganan stunting, ia turut menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada masyarakat. (adv/mic)
