TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 1067 kali.
BERITA UTAMA KEAGAMAAN NASIONAL PENDIDIKAN

Lima Dosen Fasya UINSI Samarinda jadi Panelis dan Chair di AICIS 2023

Lima dosen UINSI Samarinda saat mengikuti AICIS di UINSA Surabaya.

Tebarberita.id, Surabaya – The 22nd Annual Islamic Conference of Islamic Studies (AICIS) merupakan seminar internasional tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama. Pada tahun ini, UIN Sunan Ampel (UINSA Surabaya) menjadi pelaksanaanya, dan berlangsung sejak 2 sampai daengan 5 Mei 2023 di UINSA. Seminar internasional tersebut menghadirkan para pembicara serta presenter/panelist dari dalam maupun luar negeri.

Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, pada tahun ini mengirim 5 utusan untuk mengikuti kegiatan AICIS ke 22 ini. Tiga di antaranya yang menjadi panelist yaitu Dr. Bambang Iswanto, M.H (Dekan Fakultas Syariah) dan co authornya Miftah Faried Hadinata, S.H., M.H (Dosen Luar Biasa FASYA), dan Maisyarah Rahmi HS, LC., M.A., PhD (Sekjur Muamalah Fasya). Sementara itu Prof Alfitri, M.Ag., LLM., PhD (Dosen Fasya sekaligus Kepala LPPM UINSI Samarinda) dipilih sebaga chair pada sesi paralel session dengan tema “Dynamic Interaction between Fiqh and Public Policy”. Ikut serta pula editor Jurnal Mazahib Muzayyin Ahyar, S.Ud., M.S.I yang ikut serta mendampingi invited panelist Journal pada perhelatan AICIS kali ini. Jurnal Mazahib menjadi salah satu terindeks Scopus yang terpilih menjadi invited Journal pada kesempatan kali ini.

Dalam sesi paralel yang berlangsung di Tower KH Mahrus Aly, Lantai 7 room 2, terdapat 4 panelist atau paper utusan dari jurnal Mazahib yang dimoderatori langsung oleh editor in chief nya Prof. Alfitri. Pria yang biasa disaa Prof Al menjelaskan, tema-tema yang diangkat oleh para panelist dari jurnal Mazahib mengangkat permasalahan yang sangat menarik sesuai tema yang diusung pada sesi ini.

Dr. Bambang menjelaskan tentang Constitutional Court Decision and Philantrophy Movement”,  kasus ini terjadi di Kota Samarinda, seperiti masih banyaknya lembaga pengumpul zakat yang belum berlesinsi, padahal aturan Mahkamah Konstitusi mengharuskan lembaga pengumpul zakat untuk memiliki legalitas.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh panitia AICIS ke 22 di UINSA Surabaya, banyak sekali hasil penelitian yang dipresentasikan pada kegiatan ini, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan publikasi dan dedikasi para akademisi kementerian agama khususnya semakin berkembang, dan harapannya dapat bermanfaat untuk umat serta pengembangan keilmuan khususnya pada kajian fiqh dan hukum Islam,” kata Dr. Bambang menjelaskan.

Sementara Dr. Maisyarah membahas tentang “Toward a holistic halal Certification System: an analysis of Maqasid Syariah based Approaches in Indonesia and Malaysia”. Paper ini hasil kolaborasi dengan Dr. Mohd Syahiran Abdul Latif dari UiTM Malaysia dengan melihat penerapan sistem jaminan produk halal dikedua negara, dengan segala tantangan dan kendala yang dihadapi. Serta penawaran konsep maqasid syariah untuk mencapai suatu sistem jaminan produk halal yang holistik dan sesuai dengan prinsip syariat.

“Kegiatan AICIS merupakan kegiatan bergengsi di lingkungan Kementerian Agama, kesempatan menjadi Panelist undangan merupakan hal yang sangat luar biasa” ungkap Maisyarah. (*)

Related posts

Bawaslu Kaltim Ajak Masyarakat Mendaftar Pemantau Pemilu, Ini Syaratnya

admin

Pemerintah Siapkan Formasi Calon Hakim untuk Rekrutmen ASN 2024

admin

Sekitar Rp100 Triliun Uang Keluar dari Indonesia ke Luar Negeri

admin