Samarinda, Tebarberita.id — Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda mewisuda 511 lulusan dari berbagai program diploma, sarjana, dan profesi dalam Sidang Terbuka Senat di Plenary Hall Convention Hall Sempaja Samarinda, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menandai pembukaan Pekan Dies Natalis ke-VII kampus tersebut.
Rektor ITKES Wiyata Husada Samarinda, Dr. Khoirul Anam, yang memimpin sidang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia menekankan bahwa kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.
“Keberhasilan ini bukan hanya kerja keras pribadi, tapi juga dukungan orang tua, keluarga, dan dosen. Wisuda bukan akhir belajar, melainkan awal pengabdian di masyarakat,” ujarnya.
Dari total 511 lulusan, sebanyak 147 orang berasal dari Profesi Ners, 96 orang dari Sarjana Kebidanan, dan 91 orang dari Profesi Bidan. Sementara itu, Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis meluluskan 67 orang, Sarjana Keperawatan 47 orang, Fisioterapi 45 orang, D3 Analis Kesehatan 10 orang, serta Administrasi Kesehatan sembilan orang.
Secara keseluruhan, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,75. Masa studi rata-rata tercatat tiga tahun untuk program diploma tiga, empat tahun untuk program sarjana, satu tahun bagi mahasiswa jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL), serta satu tahun untuk program profesi.
Dalam sambutannya, Khoirul menegaskan bahwa ITKES Wiyata Husada terus berupaya menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini, kampus tersebut memiliki 2.541 mahasiswa aktif yang tersebar di 10 program studi. Kegiatan akademik didukung 60 dosen tetap, terdiri atas 42 dosen bergelar magister, delapan doktor, dan 10 dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral.
Penguatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pengembangan infrastruktur. ITKES Wiyata Husada telah membangun gedung enam lantai yang dimanfaatkan untuk fasilitas mini hospital, laboratorium terpadu, laboratorium virtual reality, OSCE Center, serta gedung pascasarjana.
Di bidang kemahasiswaan, kampus mendorong partisipasi mahasiswa dalam kompetisi tingkat regional hingga internasional. Pembentukan karakter juga menjadi perhatian melalui program character building dan pembekalan etika profesi. Sementara di bidang penelitian, kampus menyediakan hibah internal serta dukungan publikasi ilmiah melalui jurnal terindeks Scopus dan Sinta.
Perluasan jejaring akademik menjadi bagian lain dari strategi pengembangan institusi. ITKES Wiyata Husada mencatat 186 kerja sama dalam negeri dan 13 kerja sama luar negeri dengan perguruan tinggi di Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Filipina.
Kampus tersebut juga terlibat dalam program beasiswa pemerintah daerah. Pada April 2025, ITKES Wiyata Husada menandatangani kerja sama Beasiswa Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Hingga saat ini, sebanyak 1.090 mahasiswa tercatat sebagai penerima program tersebut.
“ITKES Wiyata Husada siap berkontribusi mewujudkan Kaltim Cerdas Generasi Emas,” tegas Khoirul.
Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi Sarjana Fisioterapi memperoleh Akreditasi Unggul pada Juni 2026 dengan masa berlaku empat tahun. Adapun Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners masih menunggu pelaksanaan asesmen lapangan.
Pengembangan akademik berlanjut pada 2026 melalui rencana pembukaan empat program studi baru, yakni Magister Kesehatan Reproduksi, Sarjana Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi, serta Profesi Fisioterapi. Program-program tersebut berada dalam tahapan pengembangan, dengan izin operasional Profesi Fisioterapi masih ditunggu.
Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi ITKES Wiyata Husada Samarinda menuju Universitas Wiyata Samarinda, dengan memperluas bidang keilmuan, memperkuat mutu pendidikan, dan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (*)

