Jakarta, Tebarberita.id — Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia berdasarkan pemeringkatan terbaru Global Firepower. Di tingkat global, Indonesia berada di posisi ke-13 dengan skor Power Index (PwrIndx) 0,2582.
Dalam pemeringkatan Asia, Indonesia berada di bawah China yang memiliki skor 0,0919, India 0,1346, Korea Selatan 0,1642, dan Jepang 0,1876. Indonesia berada di atas Pakistan dengan skor 0,2626, Iran 0,3199, Taiwan 0,3927, Vietnam 0,4066, Thailand 0,4458, Arab Saudi 0,4473, Singapura 0,5272, serta Korea Utara 0,5933.
Peringkat tersebut menjadi gambaran mengenai kapasitas pertahanan Indonesia yang mencakup sumber daya manusia, kekuatan personel, serta kepemilikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tiga matra.
Lebih dari 1 Juta Personel
Data Global Firepower mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 281,56 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 137,97 juta orang atau 49 persen masuk kategori available manpower. Sementara itu, sebanyak 114,59 juta orang atau 40,7 persen dikategorikan fit for service, yakni kelompok penduduk yang dinilai memenuhi kriteria untuk menjalani tugas kemiliteran.
Total kekuatan personel militer Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,06 juta orang. Jumlah tersebut terdiri atas 404.500 personel aktif, 401.000 personel cadangan, dan 250.000 personel paramiliter. Jika dirinci berdasarkan matra, kekuatan personel terdiri dari sekitar 300.400 personel Angkatan Darat, 66.034 personel Angkatan Laut, dan 30.100 personel Angkatan Udara.
Kekuatan Udara
Untuk kekuatan udara, Indonesia tercatat memiliki 460 unit pesawat. Armada tersebut terdiri atas 41 jet tempur, 34 pesawat serbu, 73 pesawat transportasi, 114 pesawat latih, 15 pesawat misi khusus, satu pesawat tanker, 212 helikopter, serta 15 helikopter serbu.
Helikopter menjadi komponen terbesar dalam inventaris udara Indonesia dengan 212 unit atau sekitar 46,1 persen dari keseluruhan pesawat yang tercatat. Pesawat latih menempati kelompok terbesar berikutnya dengan 114 unit atau 24,8 persen, disusul pesawat transportasi sebanyak 73 unit atau 15,9 persen.
Sementara jet tempur tercatat sebanyak 41 unit atau 8,9 persen, pesawat serbu 34 unit atau 7,4 persen, pesawat misi khusus dan helikopter serbu masing-masing 15 unit atau 3,3 persen, serta satu pesawat tanker atau 0,2 persen.
Kekuatan Darat
Pada matra darat, Global Firepower mencatat Indonesia memiliki 331 tank dan sekitar 28.064 kendaraan tempur. Selain itu, terdapat 153 unit self-propelled artillery, 396 unit towed artillery, serta 67 unit rocket artillery. Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan darat Indonesia tidak hanya bertumpu pada tank, tetapi juga didukung oleh berbagai sistem artileri dan kendaraan tempur dalam jumlah besar.
Armada Laut
Sementara pada matra laut, Indonesia memiliki total sekitar 338 unit alutsista. Kekuatan tersebut mencakup 10 frigate, 26 corvette, empat kapal selam, 211 kapal patroli, serta 10 perangkat ranjau laut.
Kapal patroli menjadi komponen terbesar dalam inventaris angkatan laut Indonesia dengan 211 unit. Dengan kombinasi kekuatan personel, armada udara, kekuatan darat, dan aset maritim tersebut, Indonesia berada di posisi kelima dalam pemeringkatan kekuatan militer Asia versi Global Firepower.
Pemeringkatan itu dirilis bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI pada 5 Oktober 2025, yang menjadi salah satu momentum untuk melihat kapasitas pertahanan Indonesia dalam konteks kekuatan militer regional maupun global. (*)

