TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 658 kali.
ADVERTORIAL KUTAI KARTANEGARA

Cegah Stunting, Dinkes Kukar Anjurkan Konsumsi TTD 

dr. Leni Astuti, MKes, MARS

Tebarberita.id, Tenggarong – Kekurangan gizi pada bayi dapat terjadi saat dalam kandungan, karena tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan. Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan masalah stunting pada anak.

Berdasarkan data survei status gizi Indonesia (SSGI), target prevalensi stunting di Kukar pada 2021 sebesar 26,4 persen. Kemudian 2022 sebesar 21,89 persen, tahun 2023 sebesar 18,13 persen, dan 2024 sebesar 14,42 persen.

Kepada Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Leni Astuti, MKes, MARS, mengatakan secara prevalensi Kabupaten Kukar masih di prasentase 27.1 persen, angka stunting.

“Secara SSGI kita di Kukar mencapai di angka 27 persen masih tinggi, namun secara, by name by address, anak-anak yang kita timbang, kita ukur itu berada diangka 17,64 persen, berarti kita masih banyak PR di sini,” ucap Leni, Senin (16/10/2023).

Dirinya juga mengatakan, untuk mengurangi kasus stunting dapat dimulai dari remaja, dengan program mengkonsmusi Tablet Tambah Darah (TTD). Dengan meminum TTD sejak remaja diharapkan mampu mengurangi potensi bayi stunting. Adapun gerakan dilakukan Dinkes Kukar dalam menghadapi kasus stunting, dengan melakukan program aksi bergizi yang diadakan di sekolah-sekolah di Kabupaten Kukar.

“Program itu bergerak dan bersosialisasi kepada para remaja, seperti aksi olahraga bersama, makan bersama dan minum tablet tambah darah secara bersama sama,” ucapnya.

Lebih lanjut ia katakan, program TTD yang telah dijalankan Dinkes Kukar sudah besejak sejak tahun lalu.

“Tahun lalu kita sudah melakukan program ini di MTS, SMPN 2 dan di Man Kota Tenggarong. Remaja putri kita wajib minum tablet tambah darah secara bersama-sama,” ungkapnya.

Kedepannya, akan digelar kegiatan Seremonial, untuk Minum TTD secara serentak di Kabupaten Kukar, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).

“Diharapannya dengan ada program ini seperti ini yang dilakukan kepada para remaja di kabupaten kukar dapat memperbaiki kasus stunting,” harapnya.

Leni menambahkan, kepada masyarakat luas khususnya, warga Kabupaten Kukar agar selalu menjaga kesehatan, dengan melaksanakan pola, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam sehari hari.

“Jaga kondisi tubuh, rajin berolahraga dan rajin mengkonsumsi vitamin atau suplemen untuk menambah gizi pada tubuh kita. Salam Sehat Selalu Untuk Masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

Related posts

MKKS Kukar Curhat Soal Insentif Kepala Sekolah

admin

Pansus DPRD Kukar Konsultasi ke BPIP

admin

Usulan Semenisasi Membeludak di Reses Joko Wiratno

admin