tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 608 kali.
ADVERTORIAL KUTAI BARAT

Batik Tulis Kelompok Aseng Ehau Kutai Barat Raih Penghargaan di Dekranasda Kaltim Award 2026

Kerajinan batik tulis dari Kelompok Aseng Ehau, binaan Dekranasda Kabupaten Kutai Barat raih Juara Harapan III kategori kain dalam ajang Dekranasda Kaltim Award 2026.

Balikpapan, Tebarberita.id – Kerajinan batik tulis dari Kelompok Aseng Ehau, binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), berhasil meraih Juara Harapan III kategori kain dalam ajang Dekranasda Kaltim Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Dekranasda Kaltim Award 2026 yang berlangsung di Galeri UMKM Kaltim, Balikpapan. Prestasi ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kreativitas perajin lokal dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan kerajinan berbasis budaya daerah.

Ketua Dekranasda Kubar, Maria Christina Frederick Edwin, melalui Sekretaris Dekranasda, Christiana Dana Rika, menyampaikan bahwa pihaknya mengikutsertakan lima produk kerajinan dalam kompetisi tahun ini. Seluruh produk yang dikirimkan masuk kategori kain, khususnya kerajinan batik tulis.

Capaian Kelompok Aseng Ehau tersebut diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kerajinan lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kutai Barat.

Ketua Dekranasda Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga keberlangsungan kerajinan daerah sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus potensi penggerak ekonomi kreatif.

Menurutnya, penyelenggaraan Dekranasda Kaltim Award 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap para perajin yang menunjukkan kreativitas, inovasi, dedikasi, serta konsistensi dalam menghasilkan karya.

Mengangkat tema “Kriya Lestari Benua Etam”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap produk kerajinan lokal sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan industri kriya di Kalimantan Timur.

Sarifah menilai, produk kerajinan daerah tidak cukup hanya mengandalkan keindahan dan kekayaan nilai budaya. Setiap karya juga perlu memiliki nilai ekonomi, inovasi, serta kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Ia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi dorongan bagi para perajin untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan mutu produk, dan memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan industri kerajinan daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Dewan Juri, Fitriansyah, menjelaskan bahwa Dekranasda Kaltim Award 2026 yang dikoordinasikan melalui Bidang Daya Saing menjadi ruang bagi para perajin untuk memperkenalkan hasil karya terbaik mereka.

Kompetisi tahun ini diikuti peserta dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dengan total 133 produk yang terdaftar dalam empat kategori.

Kategori kain mencatat jumlah peserta terbanyak dengan 44 produk. Selanjutnya, kategori serat alam diikuti 35 produk, kategori kayu sebanyak 33 produk, serta kategori logam dan bahan lainnya dengan 21 produk.

Menurut Fitriansyah, tingginya jumlah produk yang berpartisipasi menunjukkan besarnya potensi industri kerajinan di Kalimantan Timur. Beragam karya tersebut mencerminkan keterampilan dan kreativitas perajin daerah yang memiliki peluang untuk berkembang hingga pasar nasional maupun internasional.

Kepala Bidang Industri sekaligus Ketua Panitia, E.M. Adhar Affan, menambahkan bahwa penyelenggaraan Gelar Kerajinan Kaltim dan Dekranasda Kaltim Award 2026 bertujuan menjadi sarana promosi sekaligus pemberian apresiasi bagi pelaku industri kerajinan daerah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para perajin untuk terus melakukan pembaruan, meningkatkan kualitas, serta mengembangkan produk kerajinan yang memiliki daya saing lebih kuat.(Adv/Diskominfo Kubar)

Related posts

Samri Desak Pemkot Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur

admin

Ribuan Warga Meriahkan Bontang City Carnival 2025, Gubernur Tekankan Semangat Kolaborasi Pembangunan

admin

Pemkot Prioritaskan Infrastruktur di Palaran di 2024, Jasno Ingatkan Mitigasi Konflik Sosial

admin