Sangatta, Tebarberita.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, menargetkan layanan pemeriksaan Pap smear gratis dapat menjangkau seluruh kecamatan. Program yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini kanker serviks dan meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi.
Pada tahap awal, layanan ini mulai dilaksanakan melalui tiga puskesmas yang disebut dalam program, yakni Teluk Lingga dan Sangatta Utara. Hingga saat ini, sebanyak 303 perempuan telah mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan deteksi dini penting untuk mengidentifikasi perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Selanjutnya, program akan diperluas melalui puskesmas di kecamatan lainnya dengan memperhatikan kesiapan pelayanan dan persyaratan pemeriksaan,” ujarnya.
Menurut Yuwana, pemeriksaan Pap smear merupakan salah satu bentuk pencegahan sekunder kanker serviks. Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendeteksi perubahan sel pada leher rahim dan menentukan tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi kelainan.
Ia berharap masyarakat, khususnya perempuan yang memenuhi persyaratan, dapat memanfaatkan layanan gratis tersebut. Pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda hingga muncul keluhan karena deteksi dini dapat membantu penanganan dilakukan lebih cepat.
Selain pemeriksaan, Dinkes Kutim juga menjalankan upaya pencegahan melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV). Program vaksinasi tersebut menyasar anak perempuan kelas V dan VI sekolah dasar sebagai bagian dari perlindungan terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Dinkes Kutim menjelaskan bahwa pemeriksaan Pap smear diperuntukkan bagi perempuan yang memenuhi persyaratan medis, termasuk mereka yang telah melakukan hubungan seksual. Calon peserta juga diminta mengikuti petunjuk tenaga kesehatan sebelum menjalani pemeriksaan, termasuk menghindari hubungan seksual selama tiga hari sebelumnya.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur dan Hari Kesehatan Nasional ke-62 pada 2026. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama dalam pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.
“Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, upaya pemetaan kasus dan penanganan dini kanker serviks di Kutai Timur diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Melalui perluasan layanan ke puskesmas di berbagai kecamatan, Dinkes Kutim menargetkan semakin banyak perempuan memperoleh akses pemeriksaan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan program selanjutnya akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas pelayanan dan pemenuhan persyaratan medis. (*)

