tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 630 kali.
KUTAI TIMUR

Pekan Raya Expo Kutim 2026 Catat Transaksi Rp4,24 Miliar, Geisha Meriahkan Penutupan

Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026

Sangatta, Tebarberita.id — Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026 mencatat nilai transaksi peserta pameran mencapai Rp4.245.900.000, terutama dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Capaian tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi lokal selama penyelenggaraan pameran yang berlangsung selama sepekan.

Penutupan Pekan Raya Expo Kutim 2026 digelar di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (18/10/2026), dengan dihadiri ribuan masyarakat. Penampilan band nasional Geisha turut memeriahkan malam penutupan acara tersebut.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir sekaligus menutup kegiatan itu, mengatakan expo tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi.

“Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membangun peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujar Wabub Mahyunadi.

Menurut Mahyunadi, nilai transaksi yang dihimpun panitia hingga hari penutupan menunjukkan potensi kegiatan promosi dan pemasaran dalam memperluas pasar produk lokal. Ia memperkirakan, apabila keuntungan pelaku usaha mencapai 25 persen dari total transaksi, potensi laba yang dihasilkan dapat mencapai sekitar Rp1,06 miliar.

“Namun, besaran keuntungan riil tetap bergantung pada biaya produksi, operasional, dan margin masing-masing pelaku UMKM,” ujarnya.

Mahyunadi berharap manfaat kegiatan tersebut berlanjut setelah expo berakhir. Produk yang telah diperkenalkan kepada masyarakat diharapkan dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara itu, jaringan bisnis, peluang investasi, dan kerja sama yang terbentuk selama pameran perlu ditindaklanjuti menjadi aktivitas ekonomi produktif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur melalui peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi. Pembangunan juga harus tercermin dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta membaiknya kualitas hidup warga.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dan kunci dari semua itu adalah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” ucap Wabup Mahyudin.

Ia menambahkan, penguatan kemandirian ekonomi daerah memerlukan optimalisasi potensi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor usaha yang beragam. Daya saing juga perlu ditopang oleh kualitas produk dan layanan serta kemampuan pelaku usaha menembus pasar regional, nasional, hingga internasional.

“Peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, kebijakan yang tepat, serta kepedulian terhadap lingkungan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kutai Timur,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata, menyebut penutupan expo sebagai momentum untuk mengevaluasi hasil penyelenggaraan sekaligus memperkuat komitmen pengembangan potensi daerah.

Menurut Novian, nilai transaksi yang terhimpun, keterlibatan pelaku UMKM, dan tingginya antusiasme masyarakat memperlihatkan bahwa kegiatan pameran dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kegiatan serupa dapat terus mendukung promosi produk daerah, memperluas jaringan usaha, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat. (*)

Related posts

Pemkab Kutim Akan Sediakan Seragam Gratis untuk 10 Ribu Siswa

admin

PT KED-SAP Grup Astra Agro dan Pemerintah Desa Marah Haloq Gelar Khitan Massal

admin

Ery Mulyadi: PPID Dituntut Berikan Pelayanan yang Baik Kepada Masyarakat

admin