tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 613 kali.
KALIMANTAN TIMUR

IPPRISIA Kaltim Sinergi dengan Bunda Harum, Sampaikan Program Pemberdayaan hingga Warga Tak Miliki Jamban

Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur dalam audiensi bersama Ketua TP PKK Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum di Rumah Dinas Odah Etam Kaltim, Selasa (22/9/2026).

Samarinda, Tebarberita.id – Persoalan sanitasi dasar masih ditemukan di tengah Kota Samarinda. Sejumlah warga dilaporkan belum memiliki jamban layak, berdasarkan temuan lapangan yang disampaikan Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur dalam audiensi bersama Ketua TP PKK Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum di Rumah Dinas Odah Etam Kaltim, Selasa (22/9/2026).

Temuan tersebut disampaikan Ketua IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum saat memaparkan hasil kegiatan organisasi dan sejumlah program pemberdayaan masyarakat kepada jajaran TP PKK Kaltim.

Marliana mengatakan persoalan jamban ditemukan ketika IPPRISIA Kaltim melakukan kunjungan bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda. Sejumlah warga yang dikunjungi diketahui belum memiliki fasilitas sanitasi dasar tersebut.

Kondisi itu menjadi perhatian karena lokasi warga yang mengalami persoalan sanitasi berada di kawasan perkotaan Samarinda, bukan di wilayah yang jauh dari pusat kota. Mendengar laporan tersebut, Sarifah Suraidah Harum meminta informasi mengenai warga dan lokasi yang dimaksud segera disampaikan untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

“Wah, saya baru tahu kalau ada yang seperti ini. Ini tidak boleh dibiarkan,harus segera diatasi. Nanti kirim data dan alamatnya ya,” ujar Bunda Harum kepada Marliana.

Menurut IPPRISIA Kaltim, persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas jamban, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan keluarga, kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Selain membahas temuan sanitasi, audiensi tersebut juga menjadi forum pemaparan sejumlah program IPPRISIA Kaltim yang telah berjalan di masyarakat.

Tiga program utama yang dipaparkan adalah SAPA atau Sahabat Peduli Anak, DICINTAI atau Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting, serta SIAP BERDAYA. Ketiganya menyasar aspek pemberdayaan masyarakat dengan kelompok sasaran yang mencakup anak, perempuan, keluarga dan kelompok rentan.

Melalui SAPA, IPPRISIA Kaltim melakukan kerja sama dan pendampingan di Sekolah Rakyat Samarinda. Program tersebut mencakup pendampingan anak, penguatan karakter serta dukungan terhadap proses tumbuh kembang.

Sementara SIAP BERDAYA diarahkan untuk meningkatkan kemandirian perempuan dan kelompok rentan. Salah satu kegiatannya berupa pelatihan menjahit bagi warga binaan Rutan 1 Samarinda dan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

IPPRISIA tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyediakan mesin jahit untuk mendukung peserta mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif yang berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Program DICINTAI juga menggabungkan aspek kesehatan keluarga dengan pemberdayaan ekonomi. Di Samarinda, pendampingan dilakukan kepada kelompok warga agar mampu mengolah makanan sehat sekaligus mengembangkan keterampilan tersebut menjadi aktivitas yang dapat menghasilkan pendapatan.

Ketua TP PKK Provinsi Kaltim Sarifah Suraidah Harum mengapresiasi program-program yang dipaparkan IPPRISIA Kaltim. Sarifah, yang juga menjadi penasihat IPPRISIA Kaltim, menyatakan keinginan untuk memperkuat kembali kerja sama antara TP PKK dan organisasi tersebut.

“Di periode sebelumnya sudah kerja sama, kini kita kerja sama lagi lebih erat,” kata Bunda Harum.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program pemberdayaan dan menghubungkan kegiatan organisasi dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Marliana mengatakan IPPRISIA Kaltim ingin memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin program-program IPPRISIA tidak berhenti sebagai kegiatan organisasi, tetapi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Marliana.

Ke depan, kolaborasi IPPRISIA dan TP PKK Kaltim diarahkan untuk memperkuat sejumlah agenda, termasuk pendampingan anak, penguatan keluarga, pencegahan stunting, pemberdayaan perempuan serta peningkatan kemandirian ekonomi.

Temuan mengenai warga yang belum memiliki jamban juga menjadi salah satu bahan tindak lanjut kerja sama tersebut. IPPRISIA berharap pengalaman pendampingan dan temuan di lapangan dapat menjadi dasar untuk menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain persoalan sanitasi, IPPRISIA Kaltim sebelumnya telah menjalankan berbagai kegiatan bersama sejumlah pihak di daerah, terutama dalam peningkatan kapasitas perempuan, pendampingan anak dan penguatan kemampuan masyarakat.

Audiensi di Rumah Dinas Odah Etam akhirnya tidak hanya membahas keberlanjutan program organisasi, tetapi juga membuka ruang koordinasi untuk menangani persoalan dasar yang masih ditemukan di tengah masyarakat perkotaan Samarinda. (*)

Related posts

IPPRISIA Kaltim Perkuat Sinergi dan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

admin

Minta Rp1 Miliar untuk Pemilihan Ketua DPD Demokrat Kaltim

admin

PAN Kaltim Bekali Kader Gunakan Aplikasi SIKADEKA

admin