TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 626 kali.
KEAGAMAAN

BKPRMI Kaltim Dukung Gagasan “Kotak Masalah” di Masjid

Ketua Umum DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi saat merayakan Milad ke-48 BKPRMI di Samarinda. Sabtu (6/9/2025).

Samarinda, Tebarberita.id – Ketua Umum DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur Akhmed Reza Fachlevi mendukung gagasan agar masjid tidak hanya menyediakan kotak amal, tetapi juga “kotak masalah” sebagai wadah bagi masyarakat menyampaikan persoalan dan mencari solusi.

Menurut Reza, konsep tersebut mencerminkan perluasan fungsi masjid dari sekadar tempat ibadah dan penghimpunan infak menjadi ruang pelayanan masyarakat. Masjid, kata dia, perlu hadir ketika jamaah menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Gagasan kotak masalah ini menarik karena masjid bisa menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Dari sana kemudian dicari solusi secara bersama-sama,” kata Reza.

Ia mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar masjid mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, keluarga, anak yatim hingga persoalan yang berkaitan dengan generasi muda.

Menurut Reza, pemetaan persoalan melalui masjid dapat menjadi dasar bagi berbagai organisasi dan lembaga untuk memberikan bantuan sesuai kapasitas masing-masing.

Konsep tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan peran BKPRMI dalam memperkuat masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda. Karena itu, masjid perlu menyediakan lingkungan yang terbuka dan nyaman bagi anak-anak serta remaja, termasuk untuk kegiatan pendidikan dan pengembangan diri.

“Masjid harus menjadi tempat anak-anak dan remaja merasa nyaman untuk belajar, berkegiatan dan berkembang,” ujarnya.

Reza juga menyatakan dukungan terhadap rencana Gerakan Safari Salat Subuh Berjamaah yang digagas Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Kalimantan Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana menghidupkan kembali fungsi sosial masjid sekaligus memperkuat kerja sama antarlembaga.

Rencana Safari Subuh dibahas dalam rapat Gerakan Safari Subuh Berjamaah Bulanan di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Jalan Harmonika, Samarinda, Rabu (12/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Reza berhalangan hadir dan diwakili Wakil Ketua DPW BKPRMI Kaltim Endro S. Efendi. Pertemuan juga dihadiri Ketua DPD BKPRMI Samarinda Abdullah Syakir.

Safari Subuh dirancang berlangsung setiap bulan dengan lokasi yang bergantian dari satu masjid ke masjid lainnya. Selain salat berjamaah dan kajian, kegiatan tersebut akan diarahkan pada aktivitas sosial, pembinaan generasi muda, serta kegiatan kebersihan lingkungan masjid.

Reza menilai keterlibatan lintas organisasi menjadi faktor penting agar program tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. DMI, BKPRMI, BAZNAS, Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), dan unsur lainnya dapat mengambil peran sesuai kompetensi masing-masing.

Dalam kerangka tersebut, “kotak masalah” dinilai dapat menjadi sarana awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di sekitar masjid. Setelah persoalan diketahui, pengelola masjid dapat menghubungkan warga dengan lembaga atau pihak yang memiliki kapasitas untuk memberikan bantuan.

“Jadi bukan hanya mengumpulkan amal, tetapi juga mengumpulkan persoalan umat untuk kemudian kita carikan jalan keluarnya,” katanya.

Reza berharap gagasan tersebut tidak berhenti pada konsep, tetapi diterapkan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan gerakan seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah masjid yang dikunjungi atau banyaknya jamaah yang mengikuti kegiatan.

“Kalau masjid mampu hadir ketika umat membutuhkan solusi, saya kira fungsi masjid sebagai pusat kehidupan masyarakat akan semakin kuat,” ujarnya.

BKPRMI Kaltim, kata Reza, siap berkolaborasi dalam penguatan fungsi masjid, terutama dalam pembinaan anak-anak, remaja, dan generasi muda.

Dengan pendekatan tersebut, Safari Subuh diharapkan berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya menghidupkan kegiatan ibadah berjamaah, tetapi juga mendorong lahirnya masjid yang terbuka bagi generasi muda, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan mampu menghubungkan umat dengan solusi yang dibutuhkan. (*)

Related posts

MK Tolak Gugatan Kader Muhammadiyah Soal Pasal Itsbat Hilal dalam UU Peradilan Agama

admin

MTsN 1 Balikpapan Jadi Tuan Rumah Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Kota

admin

Seorang Diri, Jemaah Haji Usia 107 Tahun Asal Lampung Jadi Pusat Perhatian

admin