TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 639 kali.
KALIMANTAN TIMUR

IPPRISIA Kaltim Perkuat Sinergi dan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Samarinda, Tebarberita.id – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penata Persona Indonesia (DPD IPPRISIA) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Golden Season Hotel Samarinda, Sabtu (8/8/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Raker mengusung tema “Membangun Sinergi Pengurus DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dalam Mewujudkan Organisasi yang Profesional, Berdaya Saing, dan Berdampak bagi Masyarakat.”

Kegiatan dihadiri penasihat DPD IPPRISIA Kaltim sekaligus istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Syarifah Alawiyah, Ketua DPD IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum, serta jajaran pengurus, pembina, penasihat organisasi, dan perwakilan sejumlah perangkat daerah. Raker dipimpin Ketua Panitia Fitri Ekadinanti.

Ketua DPD IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum mengatakan rapat kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk mengevaluasi program sekaligus menentukan arah kebijakan ke depan.

“Forum ini bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi, memperkuat koordinasi, serta menyusun program kerja yang realistis, terukur dan berdampak nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Marliana menjelaskan IPPRISIA telah menjalani transformasi sejak 2025. Organisasi yang sebelumnya berfokus pada pengembangan kepribadian kini memperluas kiprah ke bidang pemberdayaan masyarakat dan humaniora.

Menurutnya, ruang gerak organisasi kini mencakup pemberdayaan perempuan, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, perlindungan anak, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Bagi kami, organisasi ini sifatnya humanis, bukan organisasi yang profitable. Lebih kepada apa yang bisa kami berikan untuk sesama,” katanya.

Dalam raker tersebut, IPPRISIA memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya DICINTAI (Dapur Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang telah dijalankan melalui roadshow dan sosialisasi di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain itu, organisasi juga mengembangkan program SIAP Berdaya bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan.

Kepala DP3A Kaltim Syarifah Alawiyah memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan IPPRISIA. Menurutnya, kegiatan organisasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada IPPRISIA. Setelah mendengarkan pemaparan Ketua, ternyata organisasi ini sangat terorganisir dan program-programnya berjalan dengan baik,” kata Yuyun.

Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan sosial seperti kekerasan, pelecehan, stunting, pendidikan, hingga ketahanan ekonomi keluarga.

“DP3A tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari organisasi seperti ini,” ujarnya.

Yuyun mengusulkan pembentukan wadah kolaborasi yang menghimpun organisasi-organisasi dengan fokus pada isu perempuan, anak, dan sosial di Kalimantan Timur. Menurutnya, kelompok kerja tersebut dapat diperkuat melalui keputusan gubernur dan melibatkan pemerintah daerah, aparat, serta berbagai organisasi masyarakat.

“Tidak hanya kita kumpulkan masyarakat untuk edukasi. Kalau ditemukan keluarga yang membutuhkan perhatian khusus, tim bisa turun langsung ke rumah tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga akan memperkuat efektivitas program pemberdayaan masyarakat.

“Dengan adanya kekuatan dari organisasi-organisasi ini, kalau kita bersatu tentu semakin kuat,” tegasnya.

Sementara itu, penasihat DPD IPPRISIA Kaltim Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji mendorong organisasi terus mengembangkan kemandirian, profesionalisme, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Saya sangat salut. Dari mana semua kegiatan ini dananya? Ternyata dari kemandirian organisasi. Kalau kita hanya mengandalkan pemerintah, tentu banyak keterbatasan. Karena itu kita harus terus berinovasi dan menggandeng organisasi lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar IPPRISIA menjadi ruang bersama untuk berbagi gagasan, memperluas jejaring, dan menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Wahyu, perempuan memegang peran strategis dalam membangun keluarga dan menyiapkan generasi masa depan. Namun, ia menegaskan bahwa peran tersebut juga memerlukan dukungan laki-laki dalam keluarga.

“Dengan ibu yang tangguh dan hebat, ibu menjadi guru utama di rumah. Tetapi bapak-bapak juga memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga,” katanya.

Ia berharap IPPRISIA mampu mencetak kader yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan Kalimantan Timur.

Melalui rapat kerja tersebut, DPD IPPRISIA Kaltim menargetkan seluruh program yang disusun dapat diimplementasikan secara nyata serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai komunitas.

Organisasi itu menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.(*)

Related posts

Ketua PWI Kaltim Beri Pembekalan Mahasiswa KPI UINSI

admin

Penerima Kalpataru Sebut Tidak Ada Guru di Dusun Mului

admin

Tahun Ini 1.174 Orang dari Kaltim Berangkat Haji

admin