TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 814 kali.
ADVERTORIAL DPRD KUTAI KARTANEGARA

Ziarah ke Makam Kesultanan Tenggarong untuk Mengambil Nilai Perjuangan

Tebarberita.id, Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid berziarah ke makam pendiri Kota Tenggarong, Aji Imbut serta makam raja-raja Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Ziarah itu dalam rangka HUT ke-241 Kota Tenggarong.

Abdul Rasid mengatakan, terkait Tepian Pandan atau yang kini dikenal dengan Tenggarong sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura sejak 241 tahun lalu (28 September 1782 M/20 Syawal 1196 H) berpindah dari Pemarangan (Jembayan, Loa Kulu) disebabkan Pemarangan telah kehilangan tuahnya.

“Aji Imbut, anak dari Sultan Aji Muhammad Idris dan Cucu dari Matoa Wajok La Maddukelleng Raja Negeri Paniki, yang saat itu sudah ditabalkan menjadi Sultan Aji Muhammad Muslihuddin di Pemarangan, memerintahkan untuk mencari tempat baru agar menjadi ibukota kerajaan. Berbekal mimpinya melihat Ular Naga berenang di Sungai Mahakam bermain dengan Kemala, Aji Imbut menemukan wilayah di sebelah hulu Sungai Mahakam yang berseberangan dengan sebuah pulau di muara sungai Tenggarong yang telah dihuni oleh Suku Kedang Lampong,” ujar Rasid di Komplek Makam Raja Kutai Kartanegara, Jalan P Diponogoro, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (28/9/2023).

Atas kesediaan mereka akhirnya Aji Imbut segera memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya hingga berkembang seperti sekarang. Adapun penamaan Tenggarong diusulkan oleh Pua Ado La Tojeng, seorang pemimpin suku Bugis di Tanah Kutai yang ikut membantu Aji Imbut mengembalikan tahta kerajaannya.

“Dialah orang yang pertama mengusulkan nama “Tangga Arung” yang artinya Rumah Raja untuk mengganti nama Tepian Pandan, namun karena faktor fonetis (perubahan penyebutan kata) maka kata Tangga Arung berganti menjadi Tenggarong,” ungkapnya.

Karena jasa-jasa yang tidak terbilang itu, maka ziarah untuk mengenang dan memperingati perjuangan kesultanan perlu dilestarikan.

“Kita semua berharap agar untaian doa yang kita panjatkan pada hari ini disampaikan pahalanya kepada arwah para raja-raja Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Tenggarong,” kata Rasid memungkasi. (Adv)

Related posts

Kelurahan Melayu Canangkan Pembangunan Bank Sampah di 2024

admin

Jalan Simpang Muara Rapak Bukan Proyek Tahun Jamak

admin

Rampungkan Perda Keolahragaan, Bapemperda Target Juni Disahkan

admin