TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 1638 kali.
BALIKPAPAN BERITA UTAMA SOSIAL BUDAYA

Warga Kampung Gama Bangkit dari Peristiwa Waduk Telaga Sari

Waduk Telaga Sari di Balikpapan

Tebarberita.id, Balikpapan – Jebolnya waduk Telaga Sari pada september 2007 silam memberikan dampak kesedihan mendalam terutama kepada masyarakat di Kampung Gama RT 49 Gunung Sari Ilir Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.  Peristiwa yang terjadi saat pagi buta tersebut cukup memberikan traumatik terhadap memori kolektif warga. Selain harta benda, juga korban jiwa menjadi akhir dari cerita waduk Telaga Sari saat itu.

Kini, perlahan-lahan warga mulai bangkit menghidupkan kembali kegiatan sosial di masyarakat yang belasan tahun terkahir kurang bergeliat. Mulai gotong-royong membangun poskamling hingga memberi sentuhan seni rupa seperti mural disejumlah titik di kampung tersebut. Peran ini tidak luput dari sosok Ketua RT 49, Herly Yunita Antul dan waganya yang sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan.

“Yang saya lakukan ini adalah bentuk dedikasi saya. Karena kan saya dari kecil sudah menetap di sini. Bagaimana saya mengimplementasikan ilmu yang saya punya ini ya dengan menjadi ketua ini,” ucap Ely sapaan akrabnya kepada media ini.

Lebih jauh, Ely mengajak warga agar lebih produktif. Misalnya dengan membudidayakan tanaman obat keluarga (toga). Harapannya agar ibu-ibu di lingkungan tersebut dapat menggunakan waktu mereka untuk kegiatan yang bermanfaat.

“Ibu-ibu ini kan telaten ya. Kalau ada toga, mereka ini asyik ngurusin tanaman otomatis waktu untuk ghibah tidak ada karena sudah capek,” ujarnya melanjutkan.

Ely juga sangat mengapresiasi kinerja warga yang mau bahu-membahu membangun kampung yang mereka huni. Bahkan, pembangunan poskamling yang ditarget tiga bulan baru selesai, nyatanya hanya dengan waktu satu bulan selesai. Tidak hanya itu, warga RT 49 ini, kata dia, juga tidak keberatan apabila ada kegiatan swadaya. Ely pun meminta pemuda setempat untuk turut menyumbangkan karya terbaik mereka.

“Jangan hanya kritik tanpa solusi. Yang mau bekerja dengan ikhlas sebagai dedikasinya kepada kampung halaman tanpa diberi imbalan atas kerjanya,” pungkasnya. (*Fir)

Related posts

Pemerkosaan Disertai Pembunuhan di Samboja, Aparat Didesak Agar Pelaku Segera Diadili

admin

Wapres: Pemekaran Wilayah Kalteng Prioritas

admin

Pemerintah Sediakan Rp7,6 Triliun untuk Minyak Goreng

admin