Samarinda, Tebarberita.id – Perayaan Imlek tahun 2026 atau tahun Kuda Api di Atrium Big Mall Samarinda pada Rabu (4/2/2026) berlangsung meriah. Nuansa ornamen kemerahan baik panggung dan hiasan lampion menambah kesan tersebut. Terlebih peserta yang hadir dengan dresscode merah, menarik perhatian para pengunjung.
Kemeriahan Imlek itu dibuka dengan atraksi di atas panggung oleh Barongsai dari Yayasan Dharma Bhakti. Performa berikutnya, pentas seni oleh siswa dan siswi TK hinga SMP dari Sekolah Nasional Tiga Bahasa yang dikelola Yayasan Dharma Bhakti.
Dengan perayaan Imlek di pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda ini, pengurus yayasan berharap budaya Tionghoa dapat lebih dekat di hati masyarakat Samarinda yang majemuk. Sebagaimana ratusan siswa Sekolah Nasional Tiga Bahasa Dharma Bhakti, mereka terdiri dari aneka latar belakang.
“Imlek tahun ini sangat istimewa, dengan tema harmony in diversity. Karena sekolah ini ada 236 siswa yang berbeda latar belakang. Imlek bukan milik satu golongan tapi milik bersama untuk toleransi. Seperti orkestra itulah harmoni yang ingin kita tunjukan hari ini. Pentas seni untuk mereka berekspresi dan keberagaman yang mereka miliki,” ungkap Rita Sarofah, ketua panitia giat tersebut.
Hal serupa juga ditegaskan Ketua Yayasan Dharma Bhakti, Darmadi suryawan. Ia mengajak semua yang hadir untuk bergembira merayakan Imlek. Menurutnya, Imlek merupakan budaya yang inklusif, milik semua orang.
“Imlek suatu tradisi budaya milik kita bersama apapun agamanya, sukunya, menjadi inklusif. Mari kita merayakannya bersama dengan meriah.Kita sama-sama bahagia merasakan imlek,” katanya mengajak.

Lebih jauh, Darmadi mengapresiasi pemerintah terhadap penerimaan Imlek sebagai bagian dari budaya nasional Indonesia. Hal itu menunjukkan, bahwa pemerintah serius dalam merawat dan menjaga kebhinekaan bangsa.
“Pemerintah pada 27 Januari lalu telah memiliki logo Imlek 2026 dengan tema harmoni Imlek Nusantara 2026.Pemerintah ingin agar Kebinekaan ini menjadi kekuatan Indonesia untuk maju dan berkembang. Untuk bersama-sama membangun negeri Indonesia yang kita cintai ini,” tutur Darmadi.
Darmadi berharap Sekolah Nasional Tiga Bahasa lebih maju dan berkembang, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris.
“Jangan dilihat bangunannya, tapi kualitasnya. Investor banyak dari Tiongkok, memacu anak- anak kita untuk belajar Bahasa Mandarin. Tidak menutup kemungkinan nantinya banyak beasiswa untuk belajar ke Tiongkok. Sekolah kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki sekolah yang lain,” sambungnya.
Darmadi juga tidak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada pengelola Big Mall, seluruh siswa dan wali murid.
“Kami apresiasi kepada owner Big Mall atas dukungannya. Segenap anak-anak kami dan dukungan semua orang tua yang tidak lelah,” Imbuhnya.
Sebagai sebuah tradisi dalam Imlek, seluruh siswa menerima pembagian angpao, menandai berakhirnya perayaan. (*)
