TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 766 kali.
ADVERTORIAL EKONOMI NASIONAL

Pemerintah Bakal Turunkan Harga Pertalite, Kapan?

SPBU di Amerika Serikat

Tebarberita.id, Jakarta – Harga minyak mePemerintah Bakal Turunkan Harga Pertalite, Kapan?ntah sedang mengalami tren penurunan. Pemerintah akan melakukan evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, bila harga minyak mentah telah menyentuh US$ 60-65 per barel.
Harga minyak mentah cenderung melemah, tak setinggi ketika pandemi. Harga minyak mentah sendiri menjadi salah satu komponen penentu harga BBM. Lantas, kapan harga Pertalite turun?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, harga minyak belum menyentuh di kisaran US$ 60-65 per barel. Jika harga minyak menyentuh angka tersebut, pihaknya membuka ruang untuk menurunkan harga Pertalite.

“Harga minyaknya belum sampai US$ 60-65, kalau sekitaran US$ 65 saya kira harusnya bisa evaluasi kita, kalau sekarang belum,” katanya di Kompleks DPR Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Dia mengatakan, harga keekonomian atau harga asli Pertalite tidak jauh beda dengan harga di pasaran.

“Nggak jauh beda dari yang sekarang ini, kan 10 (Rp 10 ribu) berapa kan batasnya, itu masih lebih tinggi, kalau harga ICP 60-65 kita lihat lagi,” katanya.

Untuk diketahui, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2023 ditetapkan US$ 70,12 per barel. ICP mengalami penurunan yang cukup tajam yakni US$ 9,22 dari US$ 79,34 per barel pada April 2023.

ICP Mei ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 216.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Mei 2023.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, harga rata-rata minyak mentah dunia juga mengalami penurunan. Penurunan rata-rata harga minyak mentah utama di antaranya disebabkan kekhawatiran pasar atas perekonomian dunia akibat inflasi, tingginya suku bunga, dan utang Amerika Serikat yang dapat menyebabkan resesi global dan menurunkan permintaan minyak.

“Kondisi tersebut juga memicu penurunan margin kilang secara global pada kuartal 2 tahun 2023. Selain itu, ekspor minyak Rusia pasca invasi mencapai rekor tertinggi pada bulan April 2023 hingga mencapai 8,3 juta barel per hari, termasuk rencana ekspor Rusia ke Cina akan meningkat di kisaran 40% pada tahun 2023,” katanya dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (8/6) lalu.

Sebagai tambahan, harga Pertalite saat ini dibanderol Rp 10.000 per liter. Harga Pertalite naik pada 3 September 2022 dari sebelumnya Rp 7.650 per liter. (*)

Sumber: detikfinance

Related posts

Masa Kerja Pansus Penanggulangan Bencana Diperpanjang

admin

Rakor ADPSI dan ASDEPSI 2022 Dihadiri Pimpinan DPRD Kaltim

admin

Balikpapan Perlu Perda Sistem Penyediaan Air Minum

admin