TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 1158 kali.
EKONOMI

OJK: Harga Karbon Terlalu Murah, Perlu Ada Bursa Karbon

Tebarberita.id, Jakarta – Direktur Pengawasan Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Lufaldy Ernanda mengungkapkan, perlu adanya evaluasi terkait penilaian harga karbon demi mempercepat transisi energi.

Saat ini, dalam perdagangan di bursa karbon per unitnya dihargai Rp77.000 atau sekitar US$ 5 dolar. Angka ini nyatanya masih jauh di bawah indeks karbon unggulan yang telah lebih dahulu diperdagangkan di Eropa, dengan harga per ton dapat tembus hingga US$ 80.

Dirinya juga mengungkapkan dengan adanya bursa karbon, harganya akan dibentuk oleh permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar.

“Oleh karena itu kami harapannya nanti kementerian dan lembaga terkait sama sama bisa maju,” jelas Lufaldy dalam Green Economic Forum 2024, Rabu (29/5/2024).

OJK saat ini juga masih melakukan diskusi terkait penilai harga karbon dan mencontohkan US$ 2 dolar sebagai angka voluntary bursa karbon sekarang. Meski demikian, dirinya berharap, kedepannya angka ini dapat terus naik sehingga transisi energi dapat dipercepat.

“Saya setuju [harga karbon tinggi], kalo bisa di atas US$ 50 per ton,” terang Lufaldy.

Sumber: cnbcindonesia.com

Related posts

PLN Sulit Cari Batubara, Kekurangan 15,5 Juta Metrik Ton

admin

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim: Ada Sanksi untuk Pengusaha Tak Beri THR Pekerja

admin

Kendaraan Listrik Domestik Terdaftar di IKN Dibebaskan dari PPN

admin