tebarberita.id
      Artikel ini telah dilihat : 629 kali.
KALIMANTAN TIMUR

El Niño Berpotensi Mundurkan Musim Hujan Kaltim hingga Akhir November 2026

Ilustrasi

Samarinda, Tebarberita.id — Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur diprakirakan baru memasuki musim hujan pada November 2026, bahkan sebagian wilayah Kabupaten Paser diperkirakan harus menunggu hingga akhir bulan. Kondisi tersebut dipengaruhi El Niño yang diprakirakan menyebabkan awal musim hujan mundur dari waktu normal.

Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bai’at Alhadid, mengatakan sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mulai mengalami musim hujan pada pertengahan November 2026. Sementara itu, wilayah bagian barat hingga tengah diprakirakan lebih dahulu memasuki musim hujan pada akhir Oktober.

“Awal musim hujan di sebagian besar wilayah diprakirakan berlangsung pada pertengahan November 2026,” kata Bai’at melalui keterangan resminya, Jumat, 9 Oktober 2026.

Paser diprakirakan menjadi salah satu wilayah yang paling lambat memasuki musim hujan. Beberapa kawasan di kabupaten tersebut bahkan diprediksi baru mengalami awal musim hujan pada akhir November.

Adapun wilayah tengah Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Berau diprakirakan masih mengalami musim kemarau hingga awal November. Perbedaan waktu masuknya musim hujan tersebut berkaitan dengan karakteristik zona musim di masing-masing daerah.

Bai’at menjelaskan, Kaltim memiliki dua karakteristik zona musim. Sebagian wilayah mengalami hujan sepanjang tahun, sedangkan wilayah lainnya mempunyai pola musim hujan dan kemarau yang lebih jelas.

Pengaruh El Niño yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir 2026 turut meningkatkan potensi keterlambatan musim hujan. Di sejumlah wilayah, pergeseran awal musim diprakirakan mencapai sekitar satu bulan dibandingkan kondisi normal.

“Musim hujan tahun ini diprakirakan memiliki sifat normal hingga bawah normal,” ujarnya.

BMKG juga memprakirakan musim hujan 2026–2027 memiliki dua periode puncak. Puncak pertama diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027, sedangkan puncak berikutnya berpotensi terjadi pada Maret hingga Mei 2027.

“Puncak musim hujan pertama diperkirakan terjadi pada Desember 2026 dan Januari 2027,” ucap Bai’at.

Secara keseluruhan, durasi musim hujan di Kaltim diprakirakan berkisar 19–30 dasarian atau sekitar enam hingga sepuluh bulan, bergantung pada karakteristik zona musim di setiap wilayah.

BMKG memperkirakan curah hujan mulai meningkat pada November dan Desember 2026. Meski demikian, perkembangan atmosfer masih perlu dipantau mengingat pengaruh El Niño diperkirakan berlanjut hingga awal 2027.

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau mengikuti pembaruan informasi cuaca serta prakiraan musim dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan pola hujan sesuai kondisi di wilayah masing-masing. (*)

Related posts

8.630 Warga Binaan di Kaltimtara Peroleh Remisi

admin

Dinilai Cocok untuk Lahan Bekas Tambang, Konstruksi Jalan Simpang Perdau-Batu Ampar Gunakan Teknologi Cakar Ayam

admin

Sidang Gugatan SK Tim Ahli Gubernur Kaltim Masuk Tahap Pembuktian

admin