TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 844 kali.
BERITA UTAMA BISNIS EKONOMI

Ekonomi 17 Juta Petani Sawit Terancam

Tebarberita.id, Samarinda – Kegaduhan di semua media sosial (medsos) petani sawit sudah menjadi tontonan sehari-hari. Berbagai argumen mengapa harga minyak sawit mentah (CPO) anjlok yang menyeret harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit merosot kerap dibahas.

Bahkan ada pula pembahasan bahwa kondisi anjloknya harga TBS sawit petani berkaitan dengan tahun politik. Kejadian ambruk nya harga TBS sawit petani saat ini sudah mirip ketika larangan ekspor minyak sawit April 2022 lalu.

“Namun kata yang sering disebut dari pembahasan tersebut adalah terpuruk dan ambruk. Itulah nasib yang dialami petani sawit  sawit sudah hampir satahun berlalu, terkhusus sejak minggu pertama April,” kata Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung kepada InfoSAWIT, Minggu (30/4/2023).

 

Bagaimana tidak, diungkapkan Gulat, harga TBS sawit Petani di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) minggu pertama April 2023 lalu masih di harga rata-rata sekitar Rp 2.400-2.700/kg. Lantas, merujuk Posko Harga TBS Apkasindo periode 17-29 April, harga TBS petani sawit bermitra anjlok menjadi rata-rata Rp 2.100-2.200, dari sebelumnya rata-rata Rp 2.600-2.900/kg.

Kata Gulat, untuk harga TBS Petani Swadaya (mandiri), di beberapa Provinsi sawit seperti Sulawesi Selatan,  Banten, Kaltara, Sulbar, Sultra, Papua dan beberapa provinsi lainnya, harga TBS sawit Petani Swadaya di PKS sudah anjlok diharga Rp 1.650-Rp1.800/kg. “Penurunannnya sangat jauh bila dibandingkan awal April lalu yang masih bertengger di harga Rp 2.200-2.350/kg,” tandas Gulat. (*)

Sumber: Infosawit.com

Related posts

Menteri: ASN Kemenag Tidak Boleh Terlibat Politik Praktis

admin

Honorer di Paser Terima Gaji ke-13

admin

Lima Dosen Fasya UINSI Samarinda jadi Panelis dan Chair di AICIS 2023

admin