Sendawar, Tebarberita.id — Sebanyak 338 peserta mengikuti Gempita Scout Challenge Camp (GSCC) IV Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (9/10/2026). Kegiatan bertema “Generasi Pemimpin” tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Peserta terdiri atas 32 Pramuka Siaga, 164 Pramuka Penggalang, 112 Pramuka Penegak, serta 30 pembina atau pendamping. Mereka berasal dari sejumlah kwartir ranting, antara lain Barong Tongkok, Long Iram, Jempang, Muara Lawa, Melak, Sekolaq Darat, Bentian, dan Bongan.
GSCC IV secara resmi dibuka Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat Mikael Dodik yang mewakili Bupati Kutai Barat Frederick Edwin. Dalam sambutan bupati yang dibacakan Mikael, pemerintah daerah menekankan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembinaan karakter, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kepribadian generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kreativitas, dan kepribadian anggota Pramuka. Melalui berbagai aktivitas, tantangan, dan pengalaman selama perkemahan, adik-adik Pramuka dapat belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, keberanian, serta kemandirian,” ucap Sekretaris Dispora membacakan sambutan Bupati.
Ketua Panitia GSCC IV Tahun 2026 Helmaria mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anggota Gerakan Pramuka untuk mengembangkan potensi diri, mengasah keterampilan, serta mempererat persaudaraan melalui berbagai perlombaan dan tantangan kepramukaan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat revitalisasi Gerakan Pramuka melalui peningkatan aktivitas dan kualitas latihan bagi anggota Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Selain pengembangan kepemimpinan, peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengalaman menghadapi berbagai tantangan dalam perkemahan diharapkan membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan mandiri.
Pemkab Kutai Barat turut menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya budaya dan kearifan lokal daerah. Anggota Pramuka diharapkan berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Melalui penyelenggaraan GSCC IV Tahun 2026, pemerintah daerah berharap pembinaan kepramukaan dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, patriotisme, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Kutai Barat.(*)

