Jakarta, Tebarberita.id – Warga Kalimantan Timur bakal menerima sejumlah program strategis nasional yang disalurkan DPR RI dari Fraksi PAN dalam bulan ini. Program tersebut meliputi Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu, mengatakan program-program tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat Kaltim, mulai dari pendidikan, perumahan, kepastian hukum tanah, hingga akses listrik.
“Kami ingin program ini nyata dan dirasakan langsung warga Kaltim, perjuangan harus nyata bagi rakyat,” ujar Edi Oloan Pasaribu, kemarin.
Salah satu program yang disebut paling dinantikan masyarakat ialah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Melalui program tersebut, ribuan sertifikat tanah gratis yang sebelumnya telah diusulkan masyarakat akan didistribusikan melalui rumah aspirasi perjuangan.
Politisi Partai Amanat Nasional itu menegaskan seluruh program harus tepat sasaran dan tepat guna. Selain PTSL, program Beasiswa PIP juga akan menyasar puluhan ribu siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK di seluruh Kalimantan Timur.
Program BSPS juga disiapkan untuk membantu masyarakat melalui rehabilitasi rumah layak huni. Sementara BPBL akan memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi warga yang rumahnya belum teraliri listrik.
Adapun rincian program strategis nasional tersebut meliputi:
- Beasiswa PIP untuk puluhan ribu siswa SD, SMP, dan SMA/SMK di seluruh Kaltim.
- BSPS atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya berupa bantuan rehabilitasi rumah huni bagi masyarakat.
- PTSL berupa distribusi ribuan sertifikat tanah gratis yang telah selesai diproses dari usulan masyarakat sebelumnya.
- BPBL atau Bantuan Pasang Baru Listrik berupa bantuan penyambungan listrik gratis bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik di rumah.
“Semua program ini kami abdikan untuk rakyat Kalimantan Timur, ini hak warga yang menjadi ruh dari kerja-kerja kami di DPR,” kata Edi. (*)
