TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 638 kali.
NEWS

Kemenag Kirim 2.199 Dai ke Wilayah 3T pada 2026

Jakarta, Tebarberita.id – Program pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang dijalankan Kementerian Agama terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2026, jumlah dai yang diberangkatkan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengungkapkan realisasi pengiriman dai tahun ini mencapai 2.199 orang atau melebihi target awal sebanyak 1.500 dai.

“Tahun ini jumlah dai yang kita kirim melampaui target. Dari target 1.500 dai, alhamdulillah terealisasi sebanyak 2.199 dai yang dikirim ke wilayah 3T,” kata Muchlis M. Hanafi saat menghadiri Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Muchlis, program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di pelosok sekaligus menanamkan nilai toleransi dan mempererat kehidupan sosial. Ia menegaskan dakwah harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kawasan terpencil yang masih terbatas aksesnya terhadap layanan keagamaan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan dakwah yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan hanya tugas negara, tetapi tugas kita bersama sebagai umat,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, masih terdapat masyarakat di sejumlah wilayah terpencil yang belum mampu membaca Al-Qur’an maupun memahami praktik ibadah secara baik. Karena itu, program pengiriman dai disebut akan terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.

Selain aspek keagamaan, Muchlis menilai dakwah juga memiliki peran penting dalam menjawab persoalan sosial masyarakat, mulai dari ketahanan keluarga, kemiskinan, hingga isu pemborosan makanan.

“Di satu sisi ada jutaan ton makanan terbuang setiap tahun, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang kesulitan makan. Ini menjadi tugas dakwah kita untuk mengedukasi masyarakat tentang etika konsumsi dalam Islam,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program pengiriman dai di wilayah 3T.

“Kementerian Agama sangat mengapresiasi partisipasi, keterlibatan, perhatian, dan totalitas seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program yang sangat mulia ini,” ujar Muchlis.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, mengatakan kolaborasi pemerintah bersama lembaga zakat dan filantropi terus diperkuat untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk pengiriman dai ke wilayah 3T.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga yang telah mengirimkan dai dan mendukung program ini. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Bimas Islam, tetapi juga kepada sektor pendidikan Islam melalui program beasiswa dan penguatan sumber daya manusia,” kata Waryono.

Menurutnya, keberadaan lembaga zakat dan filantropi semakin penting untuk membantu masyarakat di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan layanan dasar, termasuk kesehatan.

“Kami mendapat banyak laporan dari daerah 3T bahwa pembangunan Indonesia membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Karena itu kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depannya,” tandasnya.

Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mitra yang terlibat dalam program tersebut, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), BSI Maslahat, Baitulmaal Muamalat, Hadji Kalla, Baitul Maal Hidayatullah, Dewan Dakwah, PPPA Daarul Qur’an, serta sejumlah pondok pesantren yang mendukung pengiriman dai ke wilayah terpencil. (*)

Related posts

Bersiap Tampil di Ajang Nasional

admin

Pengemudi Ojol Dikira Intel di Makassar Dikeroyok Hingga Tewas, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

admin

Peneliti Temukan Jejak Tsunami Besar di Selatan Pulau Jawa Pada 1.800 Tahun Lalu

admin