Samarinda, Tebarberita.id – Kerusakan plafon tempat mengaji di RT 11, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, menjadi salah satu persoalan yang disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Samarinda, Suparno. Merespons kebutuhan tersebut, Suparno menyerahkan bantuan dana tunai untuk mendukung perbaikan bangunan yang masih digunakan anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an.
Bantuan itu diberikan setelah warga menyampaikan kondisi TPA yang mengalami kerusakan cukup parah. Perbaikan dinilai mendesak agar aktivitas belajar agama dapat berlangsung di tempat yang lebih aman dan nyaman.
Ketua RT 11 Selili, Prof Sadino, menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengatakan, kondisi plafon yang rusak perlu segera dibenahi mengingat bangunan itu masih menjadi tempat anak-anak menimba ilmu agama.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak Suparno. Bantuan ini langsung kami alokasikan untuk perbaikan atap TPA agar proses belajar-mengajar kembali berjalan optimal,” ungkap Sadino.
Bagi Suparno, persoalan yang disampaikan warga melalui reses tidak selalu bisa menunggu proses penganggaran yang panjang. Ada kebutuhan yang memerlukan penanganan segera, sementara usulan pembangunan lainnya tetap harus diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD.
Ketua DPD PAN Samarinda itu menjelaskan, reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan untuk bertemu konstituen. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung persoalan di lingkungan masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan yang harus ditindaklanjuti.
“Kehadiran kami di tengah warga adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat diakomodasi dengan tepat. Mana kebutuhan mendesak yang bisa dibantu secara spontan akan langsung kami tindak lanjuti, sedangkan usulan pembangunan yang lebih besar tentu kita catat untuk diperjuangkan dalam sistem penganggaran DPRD,” ujar Suparno.
Ia berharap bantuan untuk perbaikan fasilitas TPA tersebut dapat menunjang kegiatan belajar mengaji anak-anak di Selili. Sebab, kelayakan tempat belajar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar pendidikan agama dapat berlangsung dengan baik.
Perbaikan bangunan itu diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi TPA, tetapi juga memberikan rasa aman bagi anak-anak yang setiap hari datang untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. (adv/mic)

