TebarBerita.ID
      Artikel ini telah dilihat : 1056 kali.
KEAGAMAAN SAMARINDA

Sibuk Urus Bisnis, Tak Tinggalkan Maulid Habsyi

Pimpinan Majelis Al-Arsyadi, Guru Khairil Hamid Sayuti saat memimpin pembacaan Maulid Habsyi.

Tebarberita.id, Samarinda – Kendati sibuk menjalankan bisnis, keluarga besar pengusaha muda Aditya Rafliansyah di Samarinda tidak lupa menjalankan ibadah. Seperti pada Minggu (27/11/2022), digelar  pembacaan Simtudduror atau Maulid Habsyi di Jalan Lambung Mangkurat, Gg. Masjid, Blok E. Acara ini berjalan meriah, diiringi bunyi pukulan habsyi. Maulid Simtudduror dibaca secara berjamaah dengan warga setempat, sehingga berlangsung khidmat.

Aditya Rafliansyah sekaligus tuan rumah  mengatakan, kegiatan ini digelar untuk bermunajat kepada Allah Swt, sekaligus haul untuk pencipta Maulid Simtudduror, Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi.

“Acara ini juga untuk haul orang tua yaitu ayah, serta memberikan keberkahan juga bagi keluarga dan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini agar senantiasa selalu diberikan keselamatan dunia dan akhirat,” kata Aditya Rafliansyah menjelaskan.

Dari kiri: Ibrahim yunus, Aditya Rafliansyah. Guru Khairil Hamid Sayuti, Gusti Rizky Ardian, dan Muhammad Safwan.

Aditya Rafliansyah melanjutkan, acara ini juga bertujuan untuk mempererat silahturahhim dengan warga setempat, dan menjaga kerukunan antar sesama.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Al-Arsyadi, Guru Khairil Hamid Sayuti menuturkan, kesempatan ini juga digunakan untuk menyampaikan mauidlah hasanah  (pesan-pesan yang baik) kepada hadirin. Agar jamaah mengetahui adab yang baik dan benar dalam membaca Maulid Simtudduror.

“Dengan pesan-pesan yang diberikan semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagaimana adab yang benar membaca Maulid Habsyi agar mendapat keberkahan ketika membacanya,” terangnya.

Pun Muhammad Sofwan dan Ibrahim Yunus yang merupakan pendamping Guru Khairil Hamid Sayuti. kedua orang yang ikut andil dalam acara ini mengaku senang. Serta berharap acara serupa dapat selalu terlaksana. Sebab, agar budaya keagamaan yang telah turun-temurun terus terselenggara dan tidak ditinggalkan, khususnya umat muslim. (Na)

Related posts

SMKN 4 Samarinda Waspadai Praktik Perundungan

admin

PAN Samarinda Launching Pencalegan Dini, Target tambah keterwakilan di DPRD

admin

Hindari Pungli Saat PPDB, Semua Gratis

admin